Pabrik Sawit di Sulawesi Masih Gunakan Harga TBS Dibawah Penetapan Pemerintah

oleh -2.684 Kali Dibaca
InfoSAWIT
Dok. Sawit Fest 2021/ Pabrik kelapa sawit

InfoSAWIT, MAMUJU – petani kelapa sawit swadaya yang tergabung dalam Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kab. Mamuju Tengah, Sulawesi Barat mencatatat mayoritas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) membeli Tandan buah Segar Petani (TBS) sawit di bawah harga penetapan pemerintah. 

Ketua SPKS Kab. Mamuju Tengah, Irfan mengungkapkan, perusahan – perusahan yang membeli TBS petani di bawah ketatapan pemerintah perhari ini tanggal 14 mei 2022 terdapat empat perushaaan perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut.

Akibatnya harga di petani sawit jatuh karena seluruh ram atau pengepul sawit rata-rata akan membeli TBS petani di bawah harga yang di kelurakan oleh PKS tersebut. Kami mencatat harga sawit petani untuk hari ini 14 mei 2022 di 5 kecamatan atau di sekitar 52 desa yang memiliki perkebunan sawit di Kab. Mamaju Utara harga sawit di ram atau pengepul rata-rata Rp. 1.000- 1.500/Kg. 

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Masih Jadi Isu, Petani Di Sulawesi Barat Pun Bentuk Serikat

Lebih lanjut tutur Irfan, harga yang di keluarkan oleh PKS-PKS tersebut telah melangar harga yang telah di sepakati melalui Rapat Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun Bulan April dengan Nomor 3802/321/2022 dengan harga rata-rata sekitar Rp. 3.000 – 3.100/Kg TBS, sesuai dengan Peraturan Menteri No. 01/Permentan/KB.120/I/2018 tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Produksi Pekebun. Petani sawit meminta pemerintah untuk memberikan saksi kepada perushaan-perusahaan tersebut. 

“Selain masalah harga beberapa PKS kami duga sudah mulai membatasi pembelian TBS petani, hal ini dapat di lihat dari beberapa timbangan di Ram/pengepul sawit di seluruh Kab. Mamuju Tengah banyak yang tutup,” tutur Irfan dalam keterangan resmi kepada InfoSAWIT, Sabtu (14/5/2022).

Akibatnya petani kebingunan dengan kondisi ini karena petani tidak akan panen pastinya kalau kondisi ini terus berlanjut. “Kami duga ini terkait dengan pelarangan ekspor CPO dan kami berharap pemerintah pusat segera membuka Kembali ekspor CPO,” katanya. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com