Kebijakan Minyak Goreng Sawit, Berimbas Pada Volume Ekspor CPO April 2022

oleh -1.496 Kali Dibaca
Info sawit
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi bulking storage minyak sawit.

InfoSAWIT, JAKARTA – Fokus pemerintah dalam menambah pasokan minyak goreng sawit di dalam negeri berimbas pada kuantitas ekspor produk turunan minyak sawit dari Indonesia pada periode bulan April 2022.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Mukti Sardjono, dalam keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT, Kamis (23/6/2022), menyebutkan ekspor produk minyak sawit nasional bulan April 2022 sebanyak 2,01 juta ton lebih rendah dari ekspor April 2021 yang mencapai 2,63 juta ton. 

“Rendahnya ekspor disebabkan upaya pemerintah menambah pasokan minyak goreng sawit didalam negeri. Karena sampai dengan bulan April harga minyak goreng sawit masih belum seperti yang diharapkan,” kata Mukti. 

Lalu, kata dia, harga CPO Cif Rotterdam pada bulan April 2022 tercatat sebesar US$ 1.719/ton atau terdapat penurunan dari sebelumnya mencapai US$ 1.813/ton pada Maret 2022. 

BACA JUGA : Mesti Lewat Dialog, Atasi Kisruh Sawit sampai Pabrik Tutup

Nah, sejalan dengan harga, nilai ekspor juga tercatat turun dari US$ 3.513 juta pada bulan Maret menjadi sekitar US$ 3.435 juta pada April tahun2022. 

Kemudian, berdasarkan negara tujuan, penurunan ekspor terjadi untuk tujuan ke Pakistan, USA, China dan India, sedangkan ekspor ke Belanda, Rusia dan Bangladesh naik. 

Tren konsumsi dalam negeri menunjukkan kenaikan dari 1.507 ribu ton pada bulan Maret menjadi 1.751 ribu ton pada bulan April. 

Ia menunjukkan kalau kenaikan terbanyak terjadi untuk industri pangan dari 635 ribu ton pada bulan Maret menjadi 812 ribu ton pada bulan April, produk biodiesel juga naik dari 1.507 ribu ton pada bulan Maret menjadi 1.751 ribu ton pada bulan April. 

“Dalam hal produksi, terjadi kenaikan produksi CPO sebesar 100 ribu ton dari 3.782 ribu ton pada bulan Maret menjadi 3.882 ribu ton pada bulan April, sedangkan produksi PKO-nya naik dari 368 ribu ton menjadi 373 ribu ton,” kata Mukti. 

Dengan produksi, konsumsi dan ekspor demikian, pihaknya memperkirakan stok minyak sawit pada April 2022 mencapai 6,10 juta  ton, naik dari 5,68 juta  ton pada bulan Maret. 

“Dengan cuaca yang relatif mendukung dan harga yang tinggi, momentum kenaikan produksi harus dijaga agar penerimaan mencapai hasil optimal,” kata dia. 

Selain itu, pihaknya mengingatkan kalau kenaikan stok perlu diwaspadai untuk mencegah penuhnya tangki akibat larangan ekspor. 

“Apabila tangki penuh, maka PKS akan berhenti beroperasi yang akan berakibat pada tidak adanya pembelian TBS petani,” tegas Mukti Sardjono. (T5)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com