Pilih Usaha Pengolahan Berondolan Sawit Ketimbang Kerja Di Perusahaan

oleh -16.277 Kali Dibaca
infosawit
Dok. Istimewa

InfoSAWIT, PANGKALAN BALAI – Walau masih muda berumur 26 tahun, tak membuat Eko Nurrohmad bermalas-malasana, karir bagus di perusahaan sawit dan Pulp and paper tak membuat Eko juga terbuai, jutsru Eko memilih keluar dan menjadi wirausaha.

Bersama Saefudin (36), rekannya yang berprofesi sebagai toke sawit, Eko memilih membangun usaha pengolalahan berondolan sawit.

Tutur Eko, sebenarnya dirinya ingin membuat energi baru dan terbarukan (EBT) berbasis sawit. Tapi jalan untuk ke sana tampaknya harus mulai dari berondolan sawit dulu. Niat ingin membuat EBT didasari rasa penasaran terhadap perusahaan tempatnya bekerja dulu yang bisa mengubah pohon menjadi pulp and paper atau kertas.

BACA JUGA: Harga Minyak Sawit Malaysia Lebih Mahal, Gegara Pajak Ekspor tak Diubah

Ia pun akhirnya memilih fokus membuat mesin pengolah berondolan sawit untuk kemudian diolah menjadi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dengan kadar asam lemak bebas (ALB) yang tinggi. Bersama Saefudin, Eko akhirnya mampu membuat pabrik kelapa sawit (PKS) mini dengan kapasitas 700 kilogram berondolan per hari.

“Satu mesin secara komplet membutuhkan dana lebih Rp 300 juta,” kata Eko kepada InfoSAWIT, Senin (19/2022).

Mesin PKS mini itu dibuat di Kelurahan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Setelah sekitar 4 bulan berjalan, Eko dan tim malah berhasil mengangkat derajat ekonomi petani sawit swadaya yang berkebun sawit di kawasan Kelurahan Talang Keramat.

BACA JUGA: Petani Tepis Tudingan Merusak Hutan Untuk Sawit

“Kalau buah sawit petani di tingkat pengepul dihargai Rp 1.100/Kg, misalnya, maka kita berani beli buah sawit yang jadi berondolan sekitar Rp 1.800 sampai Rp 2.000/Kg,” kata Eko.

Sadar butuh tim dan dana yang kuat, Eko akhirnya membuka jalur kemitraan dan mempersilahkan petani sawit untuk memiliki PKS mini dengan sistem tanam saham.

Akhirnya sekarang ia dan timnya telah memiliki dua kemitraan PKS mini, yakni satu di Kelurahan Air Batu, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, dan satu lagi di Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

BACA JUGA: 21 Ribu Petani Sawit Swadaya Didorong Terapkan Praktik Sawit Berkelanjutan Di Sorolangun

Biaya pembuatan PKS mini kemitraan itu, kata Eko, diungkapkan secara transparan ke mitra-mitranya. Kini Eko menghadapi tantangan baru, yakni harus mampu memproduksi 100 ton CPO ber-ALB tinggi dan mencari pasar untuk menampung produk yang mereka hasilkan tersebut. (T5)

Artikel ini telah tayang di Infosawit Sumatera dengan judul © Demi Berondolan, Eko Nurrohmad Tinggalkan Karir Bagus di Perusahaan – Info sawit sumatera

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com