Ramalan Harga Minyak Sawit di 2023

oleh -87196 Dilihat
infosawit
Dok. Istimewa

InfoSAWIT, JAKARTA – Sudah menjadi kebiasaan setiap tahun baik itu di penghujung tahun atau di awal tahun para analis harga minyak sawit di dunia diminta untuk memaparkan hasil analisa ramalan harga minyak sawitnya.

Tentu saja para pelaku perkebunan kelapa sawit sangat menanti itu, apalagi ramalan itu akan menjadi gambaran besar bagi mereka yang mengelola perkebunan kelapa sawit termasuk para petani sawit. Perlu diakui bahwa sektor perkebunan kelapa sawit adalah salah satu sektor yang membutuhkan modal tidak sedikit (padat modal) serta membutuhkan tenaga kerja yang lumayan banyak  (padat karya).

Tentu saja  ramalan itu akan sangat berguna bagi mereka, para pemilik perkebunan kelapa sawit nasional. Salah satu yang kerap menyajikan ramalan harga minyak sawit adalah seminar internasional minyak sawit yang diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

BACA JUGA: Pabrik BSL Sempat Tak Beroperasi 4 Hari, Dampak Meninggalnya Seorang Karyawan

Setelah sebelumnya selama dua tahun berturut-turut dilakukan secara virtual (online) akhirnya pada awal November 2022 lalu, kembali dilakukan secara luring (offline). Sederet peramal harga minyak sawit kawakan yang dikenal dunia pun turut hadir.

Sebut  saja Thomas Mielke salah satu pendiri Oil World, pada paparannya kendati tidak menyebutkan secara spesifik penurunan harga minyak sawit global, tetapi memberikan indikasi bahwa harga minyak sawit di 2023 akan tidak setinggi harga minyak sawit di 2022.

Tentu saja, banyak alasan yang menyertainya, seperti situasi geopolitik yang masih adanya perang antara Rusia – Ukraina yang pada akhirnya mengganggu pasokan minyak bunga matahari dari kedua negara di Eropa Timur itu, apalagi kedua negara itu pemasok sekitar 70% minyak bunga matahari ke kawasan Uni Eropa.

BACA JUGA: Mengawali Tahun 2023, Harga CPO KPBN Naik Rp 500/kg

Selain tentu saja faktor lainnya adalah harga minyak kedelai dan pergerakan harga minyak mentah serta tren penggunaan biosolar berbasis minyak nabati.

Tidak seperti Thomas Mielke, Justru James Fry dari LMC International sedikit lebih berani dengan mengungkapkan bahwa harga minyak sawit akan menurun secara bertahap di 2023. Selain itu analis asal Inggris ini juga memberikan gambaran bahwa pergerakan harga minyak sawit kini tidak lagi linear dengan pergerakan harga minyak mentah, namun beralih ke harga biosolar.

Lantarana penggunaan minyak sawit untuk biodiesel akan kerap bersinggungan dengan penggunaan biosolar di dunia. Sudah bukan lagi rahasia umum, paska meletusnya perang antara Rusia dengan Ukraina telah membuat harga minyak mentah melambung tinggi, pada akhirnya mendorong negara-negara di kawasan Uni Eropa mulai bertahap menggunakan secara serius bahan bakar biosolar.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Riau Periode 4-10 Januari 2023 Turun Rp 39,90/Kg, Cek Harganya..

Lantas seberapa mempengaruhi harga biosolar dengan pergerakan harga minyak sawit? Berapa ramalan kenaikan harganya? Merujuk catatan James Fry, persaingan antara penggunaan minyak sawit untuk biodiesel dengan biosolar dan bahan bakar biojet akan banyak mempengaruhi harga minyak sawit kedepannya.

Faktanya, perang telah mengubah arah pengembangan energi di kawasan Uni Eropa, dan muncul pergeseran penggunaan dari sebelumnya banyak menggunakan minyak mentah ke penggunaan bahan bakar biosolar. Nah, untuk mengetahui seberapa besar pergerakan harga minyak  sawit itu pembaca bisa melihatnya pada Rubrik Fokus Majalah InfoSAWIT Edisi Desember 2022. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.