Berikut 10 Kekuatan Besar Holding Perkebunan Nusantara

oleh -8029 Dilihat
infosawit
Dok. Sawit Fest 2021/Domi Yanto

InfoSAWIT, Jakarta – Gencarnya informasi yang disampaikan Meneg BUMN terkait rencana pembentukan Holding Perkebunan Nusantara, mendapatkan banyak respon masyarakat. Kendati hampir sebagian besar mendukung aksi korporasi perusahaan milik negara itu.

Berdasarkan penelusuran redaksi InfoSAWIT mengenai keberadaan Perkebunan Nusantara yang tersebar luas di seluruh wilayah Republik Indonesia. Sektor perkebunan kelapa sawit yang sering dikenal sebagai PT Perkebunan Nusantara (PTTN) ini, memiliki banyak keunggulan, berikut ulasan redaksi InfoSAWIT:


Pertama, Perkebunan Nusantara memiliki keunggulan pada riset benih unggul, dimana berasal dari jaman penjajahan Belanda, Kebun Avros dan Kebun Marihat yang kemudian bersatu menjadi Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menjadi kekuatan besar bagi Perkebunan Nusantara hasilkan produktivitas panen tinggi yang berasal dari persilangan benih unggul, Dura, Pisifera dan Tenera.

BACA JUGA: PTPN III Terapkan 5 Strategi Dalam Mengelola Perkebunan Kelapa Sawit

Kedua, tak hanya memiliki penelitian benih unggul, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) juga tercatat sebagai lembaga penelitian kelapa sawit yang holistik. Hampir semua pakar kelapa sawit berasal dari PPKS dan kini tersebar di banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit swasta. Penelitian agronomi, tanah, pupuk hingga penyakit tanaman kelapa sawit hingga kini masih terus dilakukan banyak peneliti PPKS.

Ketiga, luas lahan perkebunan kelapa sawit yang mencapai lebih dari 700 ribu hektar di seluruh wilayah Republik Indonesia. Kendati baru direncanakan sebesar 600 ribu hektar, namun konsolidasi Perkebunan Nusantara terus berusaha melakukan konsolidasi tata kelola aset perusahaan yang dimiliki negara ini. Tahun 2030 dicanangkan sebagai target ambisius menyatukan seluruh aset milik Perkebunan Nusantara Holding.

Keempat, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Provinsi Sumatera Utara menjadi fokus pengembangan Industri hilir minyak sawit yang sudah digarap sejak awal tahun 2000an. Keberadaan KEK Sei mangkei bertujuan mengolah hasil perkebunan kelapa sawit berupa CPO menjadi produk turunan bernilai tinggi. Tercatat beberapa kerjasama bisnis bersama perusahaan multi nasional seperti Unilever yang mengembangkan berbagai produk hilir dengan keunggulan utama terbarukan dan ramah lingkungan.

BACA JUGA: Mengembalikan Kejayaan PTPN di Sektor Hilir Sawit

Kelima, Perkebunan Nusantara memiliki visi besar di masa depan berbasis Supply chain management yang berbasis teknologi, dimana keberadaan CPO sebagai raw material dikembangkan secara bisnis terintegrasi menjadi berbagai produk unggulan sawit.

Keenam, aksi korporasi Perkebunan Nusantara juga terus melakukan perbaikan praktik budidaya terbaik dan berkelanjutan. Tercatat hingga dewasa ini, Perkebunan Nusantara telah banyak mendapatkan sertifikasi berkelanjutan seperti ISPO, RSPO dan ISCC.

Ketujuh, berbagai aksi perbaikan tata kelola perusahaan mengarah kepada Good Corporate Government (GCG) dimana keberadaan manajemen menjadi satu atap dibawah Holding, sedangkan anak perusahaan langsung dipimpin seorang Chief Operating Officer (COO). Hasilnya, efisiensi pengelolaan merampingkan efisiensi birokrasi perusahaan dan pemangkasan gaji manajemen sehingga pengelolaan perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien.

BACA JUGA: Dwi Sutoro: Perkuat Perkebunan Kelapa Sawit dan Kembangkan Industri Hilir Minyak Sawit

Kedelapan, keuntungan laba bersih Perkebunan Nusantara terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2021 silam, Perkebunan Nusantara mencatat laba bersih sebesar Rp. 4,64 Triliun. Setahun berikutnya, pada 2022, Laba bersih berhasil meningkat hampir 20% atau sebesar Rp. 5,51 Triliun.

Kesembilan, sumber pendapatan Perkebunan Nusantara berasal dari meningkatnya produktivitas pokok tanaman kelapa sawit rata-rata sebesar 3,6%. Dimana rendemen CPO terbesar mencapai 5,6 ton per hektar per tahun.

Kesepuluh, produksi TBS pada 2021 mencapai 11,5 juta ton, dengan rendemen mencapai 21%, menghasilkan CPO sebesar 2,4 juta ton. Pada 2022, produksi TBS meningkat sebesar 3,4% menjadi 12 juta ton. Dengan hasil produksi CPO mencapai 3,4 juta ton.

BACA JUGA: Erick Tohir, Meneg BUMN: Dorong Konsolidasi Perkebunan Nusantara seluas 600 Ribu Hektar.

Menurut Direktur Holding Perkebunan Nusantara, Dwi Suntoro, keberadaan bisnis Perusahaan BUMN ini akan semakin kinclong di masa mendatang. “Kami terus melakukan berbagai upaya perbaikan dan efisiensi, supaya menghasilkan keuntungan bagi negara,” ujarnya menegaskan. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com