Perusahaan Sawit Aktif Ajak Masyarakat Peduli Hutan

oleh -933 Dilihat
infosawit
Dok. Wilmar

InfoSAWIT, KOTAWARINGIN TIMUR – Melibatkan masyarakat adalah salah satu syarat utama pengelolaan kawasan konservasi. Upaya itu dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa memiliki dan peduli lingkungan. Demi merangkul warga, perlu dilakukan sosialisasi agar pengelolaan konservasi berjalan optimal.

Senior Conservation PT Mentaya Sawit Mas, Wilmar Central Kalimantan Project, Forendadi Dundang mengungkapkan, guna menumbuhkan kepedulian warga, pihaknya aktif melakukan sosiasilisasi baik secara formal maupun informal, agar mereka bersedia ikut menjaga areal konservasi bernilai tinggi (high conservation value/ HCV) yang dikelola perusahaan. Pelibatan itu juga bertujuan agar hubungan masyarakat dan perusahaan semakin harmonis. “Kalau hubungan kita baik, kalau ada masalah bisa diselesaikan dengan kekeluargaan,” kata Forendadi saat ditemui di HCV PT MSM yang berlokasi di Kalimantan Tengah (Kalteng) beberapa waktu lalu.


Saat ini sudah ada lima desa binaan yang aktif disambanginya untuk sosialisasi, yaitu Baampah, Kawan Batu, Tanjung Bantur, Tenda Durian, dan Pahirangan. Sosialisasi kepada masyarakat dilakukan satu tahun sekali dan untuk karyawan setahun dua kali. Selain tatap muka, program tersebut juga diaplikasikan melalui pembagian leaflet dan pemutaran video mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan.

BACA JUGA: Wilmar Group CKP Perbaiki Jalan Poros Sebabi – Simpang PT BSK

Tidak hanya masyarakat, Forendadi bersama tim konservasi juga rajin sosialisasi ke sekolah-sekolah dengan maksud memperkenalkan dan mengajak siswa peduli hutan sejak dini. Pihaknya telah mengantungi ijin memberikan edukasi konservasi kepada murid sekolah dasar (SD). Pada tahap awal edukasi, siswa akan diajak melihat video di kelas dan akan ditindaklanjuti dengan kunjungan ke kawasan konservasi. Mulai tahun ini, pihaknya telah menyiapkan edukasi melalui permainan agar lebih atraktif.

“Materi edukasi disesuaikan dengan kemampuan siswa. Misalnya soal satwa liar dan jenis-jenis pohon. Setiap kelas memiliki materi yang berbeda,” kata pria asal Katingan, Kalteng tersebut.

Dalam jangka panjang, tim konservasi telah mempersiapkan agar dapat mengedukasi hingga jenjang sekolah memengah atas (SMA). Edukasi tersebut memperoleh sambutan hangat dari pemerintah desa karena dinilai positif. Tidak lupa, mereka juga mengampanyekan pencegahan kebakaran hutan  dan lahan guna meningkatkan kesadaran masyarakat.

BACA JUGA: Terapkan GAP dan Bibit Unggul, Plasma Sawit Wilmar Panen Lebih Cepat

Lantas, mengapa konservasi penting? Pria 56 tahun itu menjelaskan, hutan adalah sumberdaya alam berharga dan memiliki dampak besar jika dijaga dengan baik, karena menghasilkan sesuatu yang tidak dapat dinilai dengan uang, seperti oksigen dan air. Meski dilindungi, warga sekitar kawasan konservasi tetap diijinkan mengambil rotan, madu dan ikan dengan tetap menjaga kelestariannya. “Inilah yang harus disampaikan ke masyarakat, bahwa sekarang kita sedang mengelola sumberdaya alam yang berharga ini,” ujar dia.

Fauna juga berperan penting dalam konservasi. Jika pemerintah memiliki program penanaman pohon, satwa liar juga dapat melakukan hal yang sama. Orang hutan salah satunya. Satwa primata itu memakan buah-buahan dan mempunyai kemampuan menjelajah hingga 8 km per hari. Secara tidak langsung mereka dapat menyebarkan benih yang berpotensi tumbuh menjadi pohon baru. Satwa-satwa tersebut dikenal dengan umberalla spieces, yaitu  spesies yang dipilih mewakili suatu ekosistem untuk tujuan konservasi. Melindungi spesies ini secara tidak langsung juga melindungi banyak spesies lain yang membentuk komunitas ekologi habitatnya.

Conservation Lead Wilmar Syahrial Anhar Harahap mengatakan, sebagai perusahaan berbasis sumberdaya alam yang berkelanjutan, Wilmar memiliki tanggung jawab untuk turut berkontribusi menjaga lingkungan. Salah satunya dengan mengelola areal HCV yang berada di dalam perkebunan.  “Latar belakang dalam pengelolaan HCV adalah menjaga dan menyesuaikan fungsi-fungsi ekosistem, ekologi, sosial budaya dan juga jasa-jasa lingkungan, serta keanekaragaman hayati,” kata Anhar.

BACA JUGA: Dua Koperasi Mitra Wilmar Terima Sertifikat ISPO

Perusahaan agribisnis tersebut kini mengelola areal HCV sekitar 20 ribu hektare (ha). Area HCV terluas yang dikelola berada di Kalimantan Tengah seluas 15 ribu ha atau 75 persen dari total HCV yang dikelola perusahaan.  (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com