Spa Factory Bali: Gunakan Minyak Sawit Berkelanjutan dan Libatkan Para Perempuan

oleh -6.024 Kali Dibaca
infosawit
Dok. InfoSAWIT/ Managing Director Spa Factory Bali, Maria Satiaputri

InfoSAWIT, BALI – Spa factory memilih contract manufacturing, sebagai bisnis services dengan memproduksi produk pembersih dan personal care sesuai pesanan. Tercatat terdapat 3 kelompok klien yang dimiliki Factory Spa, yakni pertama, hotel aminities (menjamin kenyamanan) seperti Hotel Bulgaries, JW Marriot, dan sebagainya. Kedua, griya (rumah) Spa, biasanya kemasan bulk, lantas ketiga, untu kelompok produk personal yang dijual secara retail, sesuai merek tertentu.

Menurut Managing Director Spa Factory Bali, Maria Satiaputri, pada bisnis perawatan tubuh, ada istilah, trial and purchase,  sehingga, konsumen terbiasa membeli produk setelah melakukan perawatan dengan essense oils.

Yang istimewa dari Spa Factory Bali ialah menghasilkan produk kecantikan (beauty) dengan kelompok produk, premium natural, Brand merek dan Bali life style, dan dalam produk tersebut salah satu  ingredient-nya menggunakan minyak sawit.

BACA JUGA: Bali Soap: Dari Souvenir Hingga Pasar Ekspor Produk Ramah Lingkungan Bersertifikat RSPO

Menyusul banyaknya tudingan negatif kepada minyak sawit, maka permintaan konsumen luar negeri untuk produk minyak sawit berkelanjutan terus bertambah. “Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sebagai trademark minyak sawit berkelanjutan, menjadi andalan untuk digunakan,” ungkap Maria kepada InfoSAWIT, Jumat (17/3023).

Rupanya Spa Factory ini memiliki kisah unik, berawal dari choclate factory bekerjasama dengan agen travel Jepang dengan konsep case show, dibuat manual dan berupa toko souvenir. Namun terpaksa gulung tikar pada tahun 2002, akibat terjadinya Bom Bali. Seolah tidak mau menyerah, bisnis itu mulai kembali di bangun melalui contract manufacturing dengan menghasilkan produk pesanan dari brand Coconut Spa asal Perancis, dan akhirnya terus berkembang hingga saat ini.

“Produk terlarisnya seperti Coconut smile, dengan tambahan ingredient bahan baku impor untuk pembuatan produk tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA: Bali Soap Dukung CSPO RSPO, Beli Kredit Petani Sawit Berkelanjutan

Melakukan bisnis Handcrafted (buatan tangan), berfokus pada permintaan market atas Unique Sales Point (USP), sehingga membedakan produk Bali dengan yang lainnya. “Kendati tidak bisa kompetitif dengan pasar lokal, tapi bakal bersaing dengan pasar luar negeri,” ujar Maria.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com