Petani Sawit Tanam 5 Ribu Pohon, Fortasbi dan Pesatri Bangun Benteng Hijau Aceh Tamiang

oleh -222 Kali Dibaca
Penulis: InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Fortasbi untuk InfoSAWIT/Fortasbi bersama Pesatri menghijaukan Aceh Tamiang dengan menanam 5.000 bibit pohon buah dan tanaman keras sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim, rehabilitasi sempadan sungai, dan pelestarian kawasan bernilai konservasi tinggi.

InfoSAWIT, ACEH TAMIANG – Upaya pelestarian lingkungan di kawasan sentra sawit terus diperkuat. Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Fortasbi) bersama Perkumpulan Pekebun Sawit Tenggulun Lestari (Pesatri) menanam sekitar 5.000 bibit pohon di Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim, rehabilitasi kawasan yang terdampak abrasi, serta penguatan praktik perkebunan sawit berkelanjutan pascabencana ekologis yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025.

Program yang dimulai sejak Maret 2026 tersebut berhasil menghasilkan sekitar 5.000 bibit dari berbagai jenis tanaman buah dan pohon keras. Bibit yang disiapkan tidak hanya berfokus pada tanaman produktif, tetapi juga spesies bernilai ekologis tinggi untuk mendukung rehabilitasi lingkungan.

Sebanyak 14 jenis tanaman dibudidayakan, di antaranya 1.500 bibit durian, 800 alpukat, 500 mangga, serta jambu madu, duku, kelengkeng, jengkol, matoa, manggis, kemiri, mahoni, dan kayu manis.

BACA JUGA: FORTASBI Angkat Peran Petani Sawit dalam Pengurangan Emisi dan Perlindungan Hutan

Puncak kegiatan berlangsung pada Minggu (26/7/2026) di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Tenggulun. Ribuan bibit ditanam di berbagai lokasi strategis, mulai dari pekarangan rumah warga, sempadan Sungai Pantai Dusun Rengas (DAM Rengas), sekolah dasar, taman kanak-kanak, jalan desa, hingga kawasan perhutanan sosial di sekitar Kawasan Ekosistem Leuser.

Gerakan penghijauan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk pemerintah desa, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, pemuda, kelompok tani hutan, serta perwakilan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL). Kolaborasi tersebut ditujukan untuk memulihkan kawasan sempadan sungai yang mengalami abrasi sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan terhadap bencana.

Ketua Fortasbi, Sutiyana, mengatakan bahwa sertifikasi sawit berkelanjutan seharusnya menjadi awal dari komitmen yang lebih luas dalam menjaga lingkungan.

BACA JUGA: FORTASBI: Kelembagaan Petani Jadi Kunci Keberlanjutan dan Regenerasi Sawit

“Sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan bukanlah garis akhir, melainkan pijakan awal untuk melindungi kawasan bernilai konservasi tinggi dan membangun budaya pelestarian di sekitar perkebunan sawit swadaya,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima InfoSAWIT, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, kegiatan penghijauan tersebut merupakan implementasi praktik pertanian regeneratif yang mengintegrasikan peningkatan produktivitas dengan upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Ia menambahkan, petani sawit swadaya memiliki peran penting tidak hanya dalam menghasilkan komoditas perkebunan, tetapi juga dalam menjaga kawasan bernilai konservasi, termasuk sempadan sungai dan habitat alami di sekitar areal perkebunan.

BACA JUGA: FORTASBI dan Petani Sawit Aceh Tamiang Bangun Rehabilitasi Lahan, Dorong Model Agro-Biodiversity

Kepala Desa Sumber Makmur, Salihin, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai penanaman pohon keras dan tanaman buah tidak hanya membantu mengurangi risiko kerusakan lingkungan akibat abrasi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

“Program ini akan membuat lingkungan desa menjadi lebih hijau dan teduh. Pohon-pohon yang ditanam nantinya juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, baik di pekarangan rumah maupun di fasilitas umum seperti sekolah dan kantor desa,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pesatri, Langkat Ginting, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa petani sawit swadaya mampu beradaptasi terhadap tantangan perubahan iklim sekaligus menerapkan praktik perkebunan yang berkelanjutan.

Ia berharap gerakan penghijauan ini dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam mengintegrasikan produktivitas perkebunan dengan upaya pelestarian lingkungan.

Melalui penanaman ribuan pohon tersebut, Fortasbi dan Pesatri ingin menunjukkan bahwa produksi kelapa sawit dan konservasi lingkungan dapat berjalan berdampingan, menciptakan lanskap perkebunan yang produktif sekaligus lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (T3)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com