Bayi Orangutan Ditemukan Sendirian di Kebun Sawit Berau, Kini Jalani Rehabilitasi

oleh -1.734 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. RRI/ Bayi orangutan Jack dan Lukas di PPS Long Sam, Berau.

InfoSAWIT, BERAU — Nasib pilu dialami seekor bayi orangutan jantan yang ditemukan warga dalam kondisi sendirian di area perkebunan kelapa sawit, Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Satwa dilindungi itu kemudian diberi nama Jack dan kini menjalani proses pemulihan intensif setelah dievakuasi dari lingkungan yang membahayakan.

Jack ditemukan pada 30 November 2025 di bawah pohon sawit dengan kondisi lemah, demam, serta mengalami kekurangan gizi. Pada telapak tangan dan kakinya tampak luka lecet yang diduga akibat tertusuk duri tanaman sawit. Warga setempat sempat merawatnya selama tiga hari sebelum melaporkan temuan tersebut kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur (BKSDA Kaltim).

Menindaklanjuti laporan itu, petugas BKSDA Kaltim segera mengevakuasi Jack dan menyerahkannya kepada Conservation Action Network (CAN) untuk mendapatkan perawatan medis dan rehabilitasi lanjutan. Founder sekaligus Direktur CAN, Paulinus Kristanto, menyebut respons cepat warga dan aparat menjadi penentu keselamatan bayi orangutan tersebut.

BACA JUGA: Bupati Nagan Raya Tegaskan PMKS Wajib Beli TBS Rakyat Sesuai Harga Pemerintah

“Kondisi Jack saat tiba di pusat perawatan cukup mengkhawatirkan. Ia mengalami stres, demam, tubuh panas, dan terdapat duri yang menancap hingga menyebabkan infeksi,” ujar Paulinus, dilansir InfoSAWIT dari RRI, Kamis (29/1/2026).

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan Jack mengalami dehidrasi ringan serta kekurangan gizi berat dengan Body Condition Score (BCS) 1. Luka paling serius ditemukan di telapak kaki kiri akibat duri yang tertanam dan memicu infeksi bernanah. Berdasarkan kondisi gigi, usia Jack diperkirakan belum genap satu tahun—usia yang seharusnya masih berada dalam asuhan induknya di habitat alami.

Seiring berjalannya perawatan, kondisi Jack menunjukkan perkembangan positif. Suhu tubuhnya mulai stabil, nafsu makan buah dan asupan susu meningkat, serta luka-luka di tangan dan kaki berangsur membaik. Pemeriksaan lanjutan, termasuk tes darah dan feses, tidak menemukan gangguan kesehatan serius maupun infeksi parasit.

BACA JUGA: Potensi PAD Tembus Rp4 Triliun, DPRD Riau Wacanakan Pajak Air Permukaan Sawit di 2026

Kepala BKSDA Kalimantan Timur, M. Ari Wibawanto, menegaskan bahwa penyelamatan Jack merupakan bagian dari komitmen perlindungan satwa liar. “Tujuan rehabilitasi ini adalah memulihkan kondisi fisik dan perilaku alaminya. Jika kesehatannya pulih dan telah memenuhi syarat, akan kami upayakan untuk dilepasliarkan di habitat yang aman,” ujarnya. (T2)

 

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com