Ia juga mengatakan, melalui Lokakreasi, para peserta mampu meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan usaha UMKM. Hal itu dibuktikan dengan adanya sebagian kelompok UMKM yang berhasil membuat Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). “Mereka juga semakin sadar tentang pentingnya membuat rencana bisnis yang detail dan terarah demi produktivitas yang lebih baik,” ungkapnya.
Melihat sejenak ke belakang, kondisi UMKM sempat terombang-ambing karena berbagai kendala terutama pandemi Covid-19. Menurut survei United Nation Development Programme (UNDP) dan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, yang dilansir Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, penurunan produktivitas UMKM terjadi pada dua tahun pertama pandemi Covid-19. Survei yang melibatkan 1.180 responden para pelaku UMKM itu menunjukkan lebih dari 48% UMKM mengalami masalah bahan baku, 77% pendapatannya menurun, 88% UMKM mengalami penurunan permintaan produk, dan bahkan 97% UMKM mengalami penurunan nilai aset.
Perwakilan peserta dari Provinsi Riau, Nila Septiana Wulandari, mengaku bersyukur dengan adanya program Lokakreasi yang membantu para pelaku UMKM untuk bangkit. Banyak hal yang ia pelajari dan berimplikasi pada peningkatan kualitas usaha yang dijalani. “Kami dapat melakukan pencatatan pesanan secara lebih modern dan detail menggunakan aplikasi. Selain itu, kami juga mendapat NIB sehingga bisa meningkatkan kepercayaan pelanggan. Secara keseluruhan, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami dan benar-benar membuat usaha kami menjadi lebih maju,” ujar Nila yang mengembangkan UMKM Intana Arts.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Riau Periode 5-11 April 2023 Turun Rp 101,51/Kg, Cek Harganya..
Peserta lainnya asal Bangka Belitung, Juliansyah, yang menjalankan usaha Aruk Singkong, mengatakan pelatihan ini telah membuat strategi promosi produknya semakin baik. “Sebelum ikut pelatihan usaha kami belum terlalu dikenal, tetapi kini lebih dikenal. Banyak pengalaman dan pengetahuan yang didapat dari pelatihan ini. Kami berterima kasih kepada pihak penyelenggara yang telah mengadakan pelatihan ini dan semoga tetap berlanjut untuk membantu UMKM lainnya di Indonesia,” jelasnya.
Melalui survei yang dilakukan pada akhir pelatihan, tingkat kepuasan peserta menunjukkan angka 9/10 atas materi, metode pelatihan, dan cara penyampaian para pendamping. Mereka merasa pembelajaran yang didapat selama pelatihan sangat penting untuk diketahui oleh UMKM lainnya secara luas. Para peserta pun siap membagikan pengetahuan yang mereka dapat demi pengembangan UMKM Indonesia yang semakin dan berkualitas. (*)
