GAPKI Bersama Kemenko Marves Lanjutkan Program Penanaman Mangrove di Kumai

oleh -3.939 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. GAPKI untuk InfoSAWIT/ GAPKI Bersama Kemenko Marves Lanjutkan Program Penanaman Mangrove di Kumai.

InfoSAWIT, KOTAWARINGIN BARAT – Setelah sukses menanam 33.000 mangrove di tahap pertama pada periode 2021-2022, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) serta Kelompok Mangrove Talok, Desa Sabuai kembali melanjutkan misi penanaman mangrove untuk periode kedua.

Acara ini dihadiri langsung oleh PJ Bupati Kotawaringin Barat, Budi Santosa, dilaksanakan di pinggir pantai Desa Sabuai, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat pada sabtu (24/6/23). “Apa yang dilakukan GAPKI sangat luar biasa, ini menjadi contoh untuk yang lain,” ucap Budi Santosa dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT.

Sementara dikatakan ketua Bidang Kampanye Positif GAPKI, Agam Fatchurrochman, tingkat keberhasilan program tahap pertama sebesar 90%. Penanaman 33.000 bibit mangrove itu dilakukan di lahan seluas 10 hektar dengan jarak tanam 1,00 meter, jarak antar jalur 4,00 meter dan SPH 2.500 – 3.300 per Hektar. Jenis bibit yang ditanam meliputi buah bakau sebanyak 31.350 (95%) dan bibit semai sebanyak 1.650 (5%).

BACA JUGA: Kepastian Hukum Sawit dan Tambang Tanpa Izin Dalam Kawasan Hutan

Adapun pada tahap kedua dilakukan penanaman di area lebih luas, yakni sekitar 20 hektar yang berlokasi di sebelah lokasi tahap pertama dan akan dibagi kedalam 2 sesi tanam. Jadwal tanam sesi pertama akan dimulai pada Juli 2023, dengan pemeliharaan tanaman selama 3 bulan, mulai Juli hingga November 2023.

Sebanyak 26.400 batang bibit mangrove telah disiapkan untuk penanaman pada sesi pertama tahap kedua ini, yang terdiri dari jenis api-api (Avicennia) sebanyak 2.640 batang, bakau (Rhizophora) sebanyak 21.120 batang dan perepat pedada (Sonneratia) sebanyak 2.640 batang.

Selain itu, telah dibangun pula pondok pembibitan mangrove di lokasi program untuk mendukung keberhasilan penanaman.

BACA JUGA: Kolaborasi PT. Bio Inti Agrindo dan PEMDA Merauke, Untuk Pengembangan Masyarakat dan Pelestarian Alam di Provinsi Papua Selatan

Koordinator Pengendalian Pemanfaatan dan Pelestarian Hutan Kemenko Marves, Fatma Puspitasari menyampaikan, Kemenko Marves mengapresiasi komitmen GAPKI dalam rehabilitasi mangrove. “Giat TJSL rehabilitasi mangrove merupakan kontribusi dari dunia usaha yang patut kita apresiasi,” tutur Fatma.

Pelaksanaan program ini dapat berjalan dengan baik dibawah komando ketua kelompok mangrove Desa Sabuai, M. Sasi Fikri yang sekaligus bertindak sebagai pelaksana program. Adapun administrasi program dijalankan oleh Noviyanti, serta tak terlepas dari pengawasan langsung oleh Kepala Desa Sabuai, Tohari dan perwakilan Gapki, Masruni Abdullah.

Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono yang hadir pada kesempatan itu turut menyampaikan komitmen GAPKI dalam melindungi dan melestarikan lingkungan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

BACA JUGA: Dua Sisi Dampak Industri Kelapa Sawit Bagi Indonesia

“Kami berharap program ini dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove dan memperkuat upaya mitigasi perubahan iklim,” tutur Mukti. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com