PGN Buka Peluang Kerjasama 3 Proyek Biomethane Plant Berbasis Biomassa Sawit, Investasi US$ 5 juta per Plant

oleh -7.462 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Istimewa/ PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) atau PGN.

InfoSAWIT, JAKARTA — guna menghasilkan sumber energy ramah lingkungan, Rencanannya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) atau PGN, bakal memanfaatkan Palm Oil Mill Effluent (POME) untuk menghasilkan biogas. Bahan baku itu diperoleh dari proses ekstraksi minyak sawit mentah. Melalui pengolahan lebih lanjut dari biogas, biometana kemudian dikompresi menjadi Compressed Natural Gas (CNG) untuk didistribusikan ke pelanggan industri, rumah sakit, hotel, dan pusat perbelanjaan.

Guna rencana tersebut PGN membuka peluang kerja sama 3 sampai 4 proyek Biomethane Plant Development di Pulau Sumatra dengan biaya proyek keseluruhan mencapai US$20 juta setara dengan Rp299,6 miliar pada pergelaran Pertamina Investor Day 2023, 3-4 Juli 2023. Adapun, masing-masing proyek ditaksir menelan biaya investasi sekitar US$4 juta hingga US$5 juta atau sekitar Rp59,6 miliar – Rp74,5 miliar.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Harry Budi Sidharta, mengatakan kapasitas produksi biometana nantinya diperkirakan mencapai di angka 432.000 juta metrik british thermal unit (MMBtu) per tahun.

BACA JUGA: Target Holding Perkebunan Nusantara Produksi Minyak Goreng 1,8 Juta ton dan Etanol

Harry menerangkan perseroan bakal mengangkut biometana tersebut dari pusat produksi di Sumatra ke konsumen potensial di area Sumatra hingga Jawa dengan menggunakan jaringan pipa gas.  “Proyek ini akan berlokasi di Sumatra, daerah sebagian besar perkebunan kelapa sawit berada. PGN memiliki pipa gas transmisi di Sumatra, maka kami akan mengupayakan pengangkutan biometana ini menggunakan jaringan pipa gas dari Sumatra ke area Jawa dan Sumatra,” kata Harry dikutip dari siaran pers, Selasa (4/7/2023).

Proyek Biomethane Plant Development ditargetkan akan rampung pada akhir 2023. Dengan melakukan kerja sama untuk proyek ini, mitra eksternal dapat memperoleh keuntungan dari Internal Rate of Return (IRR) dan juga jaminan permintaan oleh pelanggan. “Ini merupakan kesempatan untuk mengembangkan biometana sebagai Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia,” ungkap Harry.

Memiliki karakteristik yang mirip dengan gas bumi, biometana juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan, generator listrik dan pemanas. Biometana juga lebih baik dalam hal jejak karbon.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN 4 Juli 2023 Turun Rp 62/kg

Sebelumnya, Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha (SPPU) Pertamina, Atep Salyadi Dariah Saputra, mengatakan Pertamina memiliki berbagai strategi inisitif yang membutuhkan dukungan dan kolaborasi dengan mitra dan investor potensial.

“Partnership dan kolaborasi sangat penting bagi kami, nanti juga ada site visit langsung ke fasilitas Pertamina Geothermal Energy di Kamojang dan fasilitas Kilang Pertamina Internasional di Cilacap, sehingga semuanya bisa melihat secara langsung bahwa komitmen Pertamina tidak hanya di bidang oil and gas saja tapi juga di aspek renewable energy,” tandas Atep. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com