Kejagung Periksa 2 Saksi Terkait Korupsi Dalam Pemberian Fasilitas Ekspor Minyak Sawit Mentah

oleh -1686 Dilihat
infosawit
Dok. Istimewa/Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

InfoSAWIT, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) telah memeriksa 2 orang saksi, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana menyatakan bahwa dua orang saksi yang diperiksa adalah AH sebagai Direktur Utama PT Wira Inno Mas, dan RK sebagai Direktur Utama PT Intibenua Perkasa, PT Agro Makmur Raya, dan PT Mikie Oleo Nabati Industri.

Kedua saksi ini diperiksa terkait penyelidikan dugaan korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya di industri kelapa sawit dari Januari 2022 hingga April 2022.

“Pemeriksaan terhadap saksi dilakukan untuk memperkuat bukti dan melengkapi berkas perkara yang bersangkutan,” ujar Ketut dalam keterangan resmi pada Selasa (4/7/2023).

BACA JUGA: PGN Buka Peluang Kerjasama 3 Proyek Biomethane Plant Berbasis Biomassa Sawit, Investasi US$ 5 juta per Plant

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan tiga korporasi sebagai tersangka dalam perkara korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya dari Januari 2021 hingga Maret 2022.

Seperti yang diketahui, perkara tersebut telah diselesaikan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) di tingkat Kasasi. Lima terdakwa telah dijatuhi hukuman penjara dengan rentang waktu 5 hingga 8 tahun.

Dalam putusan perkara ini, terdapat satu hal yang sangat penting. Yaitu, Majelis Hakim menganggap perbuatan para terdakwa sebagai tindakan korporasi.

BACA JUGA: Target Holding Perkebunan Nusantara Produksi Minyak Goreng 1,8 Juta ton dan Etanol

Oleh karena itu, Majelis Hakim menyatakan bahwa keuntungan ilegal diperoleh oleh korporasi (tempat para terdakwa bekerja). Dengan demikian, korporasi harus bertanggung jawab untuk mengembalikan kerugian negara yang disebabkan oleh tindakan pidana mereka.

Berdasarkan hal ini, dalam rangka menegakkan keadilan, Kejaksaan Agung akan segera mengambil langkah-langkah penegakan hukum dengan melakukan penyelidikan terhadap korporasi, guna menuntut pertanggungjawaban pidana dan mengembalikan keuangan negara.

Berdasarkan hasil penyelidikan, terdapat tiga korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Wilmar Group, Permata Hijau Group, dan Musim Mas Group. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com