Asal Muasal Kemitraan Sawit Untuk Kesejahteraan Petani

oleh -3475 Dilihat
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Istimewa/Ilustrasi buruh sawit lagi panen.

InfoSAWIT, JAKARTA – Program Nucleus Estate Smallholder (NES), juga dikenal sebagai Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan (PIR-Bun), merupakan inisiatif yang dirancang oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1974/75 dan mulai direalisasikan pada tahun 1977/78 di Alue Merah (Aceh Utara) dan Tabenan (Sumatera Selatan) dengan tanaman karet sebagai fokus utama.

Dikutip InfoSAWIT dari Buku Fakta Kelapa Sawit, tujuan utama dari program PIR adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya dengan cara meningkatkan produksi dan pendapatan dari usaha tani. Program ini mengusung konsep di mana perusahaan perkebunan swasta dan perkebunan negara berperan sebagai inti, sedangkan perkebunan rakyat berperan sebagai plasma atau peserta.


Pada awalnya, program PIR berfokus pada perkebunan karet, namun kemudian juga dikembangkan untuk komoditas kelapa sawit. Pada tahun 1980/81, program PIR kelapa sawit dimulai di dua lokasi, yaitu Labuhan Batu dan Langkat, Sumatera Utara. Pengembangan PIR kelapa sawit kemudian meluas ke berbagai wilayah di Indonesia, seperti PIR V Lebak (Jawa Barat), PIR V Ngabang dan PIR Lok I Parindu (Kalimantan Barat), PIR VII Pasir (Kalimantan Timur), PIR VII Luwu (Sulawesi Selatan), serta PIR khusus II di Jayapura dan Manokwari (Papua). Program ini menjadi salah satu pendekatan yang diadopsi oleh Pemerintah Indonesia dalam pengembangan sektor perkebunan di negara ini.

BACA JUGA: Kejagung Periksa 2 Saksi Terkait Korupsi Dalam Pemberian Fasilitas Ekspor Minyak Sawit Mentah

Melalui program NES atau PIR-Bun, pemerintah berharap dapat mengatasi beberapa masalah yang dihadapi oleh petani, seperti keterbatasan modal, akses terhadap teknologi dan pasar, serta minimnya pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen perkebunan. Dalam program ini, perusahaan inti bertanggung jawab atas pengelolaan perkebunan inti dan memberikan bantuan teknis, permodalan, dan pemasaran kepada petani plasma. Petani plasma, sebagai mitra perusahaan inti, bertanggung jawab atas pengelolaan lahan plasma dan mendapatkan keuntungan dari penjualan hasil panen kepada perusahaan inti.

Dengan melibatkan perusahaan inti dan petani plasma, program NES atau PIR-Bun berpotensi memberikan manfaat yang signifikan. Petani plasma dapat memanfaatkan fasilitas dan bantuan teknis yang diberikan oleh perusahaan inti untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka. Selain itu, melalui skala ekonomi yang lebih besar dan akses ke pasar yang lebih baik, petani plasma juga dapat memperoleh harga yang lebih baik untuk hasil panen mereka.

Namun, program NES atau PIR-Bun juga menghadapi beberapa tantangan. Beberapa di antaranya adalah kesenjangan dalam pembagian keuntungan antara perusahaan inti dan petani plasma, kurangnya keberlanjutan program, serta adanya konflik terkait dengan hak atas tanah dan pemindahan penduduk.

BACA JUGA: PGN Buka Peluang Kerjasama 3 Proyek Biomethane Plant Berbasis Biomassa Sawit, Investasi US$ 5 juta per Plant

Untuk mengatasi tantangan ini, perlu adanya komitmen yang kuat dari pemerintah, perusahaan perkebunan, dan petani dalam menjalankan program ini secara berkelanjutan. Peningkatan keterampilan dan pengetahuan petani dalam manajemen perkebunan juga menjadi hal yang penting. Selain itu, penting juga untuk memastikan bahwa hak-hak petani plasma dilindungi dan keadilan dalam pembagian keuntungan antara perusahaan inti dan petani plasma terjamin.

Dalam era yang terus berkembang ini, program NES atau PIR-Bun dapat terus ditingkatkan dan disesuaikan dengan kebutuhan petani dan kondisi perkebunan di Indonesia. Dengan mengoptimalkan potensi perkebunan rakyat melalui kolaborasi antara perusahaan inti dan petani plasma, diharapkan dapat tercipta sektor perkebunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi petani dan negara secara keseluruhan. (T2)

Download Buku Fakta Kelapa Sawit

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com