InfoSAWIT, JAKARTA – Jalan produksi menjadi urat nadi bagi petani kelapa sawit di daerah sentra sawit, lantaran menjadi lintasan utama bagi petani yang akan mengirimkan buah sawit ke pabrik sawit terdekat.
Namun apa jadinya bila jalan tersebut rusak parah apalagi hingga tidak bisa dilalui, sehingga petani tak bisa mengirimkan buah sawit hasil panennya ke pabrik terdekat. Buah sawit itu busuk dan sontak petani menanggung rugi sebab tak bisa dijual.
Ini terjadi pada petani anggota Kelompok Tani (Poktan) Benda Vold II, yang berlokasi Desa Ujung Padang Kecamatan Kota Mukomuko Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu. Diungkapkan Ketua Poktan Benda Vold II, Agustiana, jalan produksi yang dilalui petani jalan rusak dan telah terjadi selama 13 tahun terakhir, semenjak peninggalan Bupati Mukomuoko, Ichwan Yunus.
“Saya sudah berapa kali melakukan pendekatan membawa proposal, namun sampai di DPRD kabupaten Mukomuko OPD tidak dapat memperjuangkan, hasilnya nihil,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini.
Padahal jalan sepanjang 10 km itu rusak parah, apalagi bila musim hujan tiba, buah sawit petani bahkan tidak bisa diangkut lantaran jalan tak bisa dilalui. “Jangankan hujan selama 6 jam, hujan yang terjadi selama 2 jam saja dan turun selama satu Minggu kami tidak dapat masuk pak, karena Faktor jalan,” katanya.
Sebab itu anggota petani berupaya meminta dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) melalui pendanaan Sarana dan Prasarana (Sarpras) untuk bisa memperbaiki jalan produksi tersebut.
“Gara-gara jalan rusak, selama 3 bulan kemaren lebih kurang 4.000 Ton buah sawit petani tidak bisa di panen,” katanya.



















