InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Berjangka Malaysia naik tipis pada Rabu (6/9/2023), setelah sebelumnya mengalami penurunan pada dua sesi berturut-turut, kenaikan harga itu pula didukung menguatnya harga minyak nabati lain.
Dilansir Reuters, harga kontrak acuan minyak sawit berkode FCPOc3 untuk pengiriman November 2023 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 32 atau terdapat kenaikan sekitar 0,69%, menjadi RM 3,933 ringgit (US$ 841,64) per metrik ton di awal perdagangan.
Sementara harga kontrak minyak kedelai di Bursa Dalian berkode DBYcv1 naik 0,93%, dan harga kontrak minyak sawit berkode DCPcv1 juga naik 0,52%. Sementara itu, harga kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 turun 0,24%.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalteng Periode Agustus 2023 Naik Rp 98,65/Kg Cek Harganya..
Hingga saat ini minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati lain, lantaran mereka bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati global.
Persediaan minyak sawit Malaysia pada akhir Agustus 2023 diprediksi melonjak ke level tertinggi dalam enam bulan menjadi sebanyak 1,89 juta metrik ton, karena produksi meningkat dan ekspor melambat, menurut survei Reuters pada Selasa.
BACA JUGA: Harga Saham Sawit Selasa 5 September 2023 Naik Hingga 3,85 Persen
Sementara impor minyak nabati India pada Agustus naik 5% ke rekor 1,85 juta metrik ton karena pabrik penyulingan membeli lebih dari 1 juta ton minyak sawit selama dua bulan berturut-turut untuk menambah stok pada peringatan hari besar mendatang. (T2)
