InfoSAWIT, JAKARTA – Dikatakan Regional Managing Director Solidaridad Asia, Shatadru Chattopadhayay, pihaknya telah melakukan banyak diskusi baik dengan pemerintah Malaysia maupun Indonesia, secara umum petani sawit swadaya memiliki tantangannya sendiri.
Di lain pihak, saat ini Uni Eropa telah telah sepakat untuk memutus rantai perusakan hutan dengan menerapkan kebijakan EUDR, dan mendorong penerapan praktik sawit berkelanjutan. Kata Shatadru, sejatinya untuk penerapan praktik sawit berkelanjutan telah ada model sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) yang banyak diadopsi negara produsen dan konsumen.
Bahkan di setiap negara produsen minyak sawit seperti Indonesia pun telah pula menerapkan skim Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), cara ini juga dilakukan di India dengan menerapkan India Palm Oil Sustainability framework (IPOS).
BACA JUGA:
“Sebab itu dengan kerjasama dengan CPOPC kami berharap bisa memperkuat praktik berkelanjutan di tingkat petani,” kata Shatadru.
Selanjutnya kata Shatadru, isu penerapan kebijakan EUDR telah mendorong pihaknya bekerjasama dengan CPOPC dan termasuk dengan pemerintah anggota lainnya, dalam rangka guna memastikan regulasi EDUR mudah diterima oleh petani sawit.
“Walaupun India memiliki peluang pangsa pasar yang besar, namun dengan adanya kerjasama ini menjadi peluang bagi kedua negara untuk mendorong pasar petani sawit swadaya bisa masuk ke Uni Eropa juga,” katanya. (T2)
