InfoSAWIT, NEW DELHI – Harga kontrak minyak kelapa sawit berjangka di Bursa Malaysia memperpanjang penurunan untuk sesi kedua berturut-turut pada Jumat, (6/10/2023) mengikuti pelemahan harga minyak kedelai di Chicago.
Dilansir Reuters, harga kontrak acuan minyak sawit berkode FCPOc3 untuk pengiriman Desember 2023 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 0,42% menjadi RM 3.593 (US$ 761,71) per metrik ton di awal perdagangan.
Sebelumnya pada September harga kontrak minyak sawit berjangka turun 6,06% secara bulanan di setelah sebelumnya mampu membukukan kenaikan selama dua bulan berturut-turut.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 6-12 Oktober 2023 Naik Rp 37,63/Kg, Cek Harganya..
Bursa Komoditas Dalian tutup mulai 29 September hingga 6 Oktober untuk Festival Pertengahan Musim Gugur dan Hari Nasional. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOc2 turun 0,07%.
Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati lainnya lantaran mereka bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati global.
Impor minyak nabati India turun sebesar 19 persen dibandingkan pada Agustus yang mencapai rekor tertinggi. Rupanya penurunan akibat para pelaku penyulingan di India mengurangi pembelian minyak sawit mereka sekitar 26 persen lantaran stok yang melimpah, seperti ditulis Reuters.
Dengan adanya pengurangan pembelian oleh importir minyak nabati terbesar di dunia ini bisa berakibat meningkatnya stok minyak sawit di negara-negara produsen utama seperti Indonesia dan Malaysia, yang berpotensi mempengaruhi harga.
