Dengan memilih tanaman sela dengan tepat bakal menghasilkan pertumbuhan yang maksimal, selain dapat mengendalikan berkembangnya organisme pengganggu tanaman (OPT) dan memelihara organisme berguna, serta dapat memelihara kelestarian sumberdaya lahannya, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan hasil tanaman secara berkelanjutan.
Di sisi lain, sistem pertanaman campuran dapat menghasilkan produk yang lebih beragam dan berkesinambungan, pula bisa menjadi alternatif pemecah masalah terkait berfluktuasinya harga komoditas, dan dapat memberikan lebih banyak peluang bagi petani guna mendapatkan keuntungan secara berkelanjutan.
Dari penelitian itu mencatat bahwa tanaman sela yang diusahakan di antara kelapa sawit dapat sejenis atau campuran. Tanaman sela campuran antara tanaman semusim dengan semusim, semusim dengan tahunan, atau antara tahunan dengan tahunan, tanaman pangan dengan tanaman perkebunan, tanaman pangan dengan hortikultura, atau tanaman perkebunan dengan hortikultura.
BACA JUGA: Kementan Optimalkan Produksi Jagung Lewat Program Kesatria, Tumpang Sari di Sawit
Tentu saja sebelum menanam perlu pula melihat faktor-faktor yang mempengaruhi pengusahaan tanaman sela di antara kelapa sawit, semisal pertama, lingkungan tumbuh tanaman kelapa sawit, seperti iklim dan tanah, lantas kedua, karakteristik tanaman kelapa sawit, seperti jenis, perakaran, batang, dan tajuk, dan ketiga, bagaimana karakteristik tanaman sela tersebut. (T2)
