InfoSAWIT, JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus memperkuat peran sebagai negara penghasil komoditas perkebunan terbesar di dunia, dengan kelapa sawit sebagai salah satu sektor yang berkembang pesat. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan optimisme terhadap kelangsungan produksi pertanian dan perkebunan di tengah tantangan perubahan iklim yang ekstrem.
Dalam upayanya untuk mendukung keberlanjutan, Mentan Amran meminta jajaran Kementerian Pertanian untuk bersinergi dengan berbagai pihak terkait. Tujuannya adalah memitigasi dampak perubahan iklim, memastikan ketersediaan bahan baku perkebunan, dan memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan pembangunan nasional bebas emisi karbon.
Sementara, Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah, menekankan pentingnya pengelolaan stok karbon tanaman kelapa sawit. Sebagai komoditas unggulan, kelapa sawit memiliki dampak luar biasa terhadap lingkungan dan perekonomian. Dalam rangka merumuskan kebijakan yang berkelanjutan, upaya segera diperlukan untuk memahami dan mengelola dampak perubahan iklim.
BACA JUGA: Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Turun 1,12 Persen, Harga Tahunan Pun Melorot 11 Persen
Dikutip InfoSAWIT dari laman resmi Kementan, Kementerian Pertanian menjalankan kerjasama dengan Biocarbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscape (BioCF-ISFL) tahun 2023. Kerjasama ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang dampak perubahan iklim di sektor perkebunan, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta mendukung pelestarian hutan dan lingkungan.
Dalam workshop BIOCF-ISFL Subsektor Perkebunan 2023 di Jakarta pada Selasa (19/12), Direktur Perlindungan Perkebunan, Hendratmojo Bagus, menyoroti bahwa isu lingkungan terus menjadi perhatian global, termasuk Indonesia. Harapannya, kegiatan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai kontribusi positif perkebunan kelapa sawit terhadap mitigasi perubahan iklim di subsektor perkebunan.
Bagus berharap hasil kegiatan ini dapat menjadi panduan bagi pembuat kebijakan dan praktik pertanian yang ramah lingkungan. Selain itu, ia menyampaikan harapan bahwa rumusan kegiatan ini dapat menjadi masukan berharga untuk penyusunan program kegiatan di tahun-tahun berikutnya, sehingga Indonesia dapat terus berkembang dan berinovasi dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
BACA JUGA: Bupati Kotim Bakal Adakan Rapat Koordinasi Terkait Penjarahan Massal Sawit
“Kami berharap dari hasil rumusan kegiatan ini, dapat menjadi masukan untuk penyusunan program kegiatan di tahun selanjutnya, sehingga kita dapat terus berkembang dan berinovasi dalam menjawab tantangan lingkungan yang semakin kompleks,” tandas dia. (T2)
