InfoSAWIT, JAKARTA – Tuntutan penerapan praktik minyak kelapa sawit berkelanjutan telah mendorong perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia untuk mengadopsi berbagai skema berkelanjutan, salah satunya adalah Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
Saat ini, sebagian besar perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia telah menjadi anggota organisasi nirlaba multistakeholder ini. Kini giliran PT Astra Agro Lestari Tbk. akan menjadi anggota RSPO pada tahun 2024, menandai perubahan signifikan dalam sikap mereka terhadap praktik berkelanjutan.
Perjalanan Astra Agro untuk bergabung dengan RSPO tidaklah mudah, terutama mengingat adanya penolakan dari beberapa direktur sebelumnya. Menurut pantuan InfoSAWIT, Astra Agro mulai menjajaki keanggotaan RSPO sejak tahun 2019 ketika perwakilan PT Astra Agro Lestari Tbk. hadir dalam RSPO Roundtable Meeting (RT) ke-17 yang diadakan di Marriott Marquis Queen’s Park, Bangkok, Thailand, pada 3-6 November 2019.
BACA JUGA: OCBC Global Prediksi Harga Minyak Sawit Hanya Capai RM 3.650 per ton Selama 2024
Selanjutnya, mereka secara konsisten mengikuti kegiatan RSPO, yang terakhir pada RSPO Roundtable Meeting (RT2023) yang diadakan di Hotel Mulia, Jakarta, pada akhir November 2023 lalu.
Penolakan RSPO Sebelumnya
Menariknya, PT Astra Agro Lestari Tbk. sebelumnya sangat menolak untuk bergabung dengan RSPO, nampak dari sikap direksi perseroan yang kala itu dengan tegas menentang keanggotaan Astra Agro di RSPO. Bahkan, perseroan justru mendukung penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang dibentuk pada tahun 2011. Sayangnya, model sertifikasi nasional ini masih memerlukan penguatan lebih lanjut.
Sementara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) saat masa periode Ketua Umum dipegang Joefly J Bahroeny dan Joko Supriyono selaku Sekretaris Jenderal Gapki, asosiasi tersebut secara resmi menarik diri dari keanggotaan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pada 29 September 2011 silam.
BACA JUGA: Lahan Sawit Bersertifkat ISPO Capai 4,09 Juta Ha, Libatkan 816 Pelaku Sawit Termasuk Petani
Pihak asosiasi beralasan, Gapki keluar dari RSPO agar lebih fokus mendukung ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) serta lebih cepat. Keputusan keluar dari RSPO oleh Gapki berlaku untuk keseluruhan asosiasi, sementara anggota individual yang sudah bergabung dengan RSPO diizinkan untuk tetap menjadi anggota.



















