Integrasi Sawit-Sapi Dianggap Solusi Pasokan Daging Sapi di Kalbar

oleh -5.634 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok, Disbunnak Kalbar

InfoSAWIT, PONTIANAK  Indonesia, sebagai negara kaya sumber daya alam, masih menghadapi fakta yang menyedihkan bahwa sebagian bahan komoditas pertanian, seperti beras dan daging sapi, harus diimpor. Konsumsi daging sapi di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 700 ribu ton, tetapi produksi dalam negeri hanya mampu mencukupi lebih dari 50% dari permintaan. Sebagian besar daging sapi dipenuhi melalui impor, terutama dari Australia dan India, dengan konsumsi per kapita di Indonesia hanya sekitar 2,6 kg per tahun, jauh di bawah rata-rata dunia 6,4 kg.

Melihat kondisi tersebut, kebutuhan daging sapi di Kalimantan Barat (Kalbar) juga harus dipenuhi dari luar daerah, seperti pulau Jawa. Namun, Kalbar memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa, terutama dengan bentangan kebun kelapa sawit yang sangat luas. Seharusnya, potensi ini bisa dimanfaatkan sebagai lahan untuk beternak sapi.

Pendekatan integrasi lahan perkebunan kelapa sawit dengan kegiatan peternakan sapi di Kalbar mendapatkan perhatian serius dalam dua tahun terakhir. Duta Setiawan, seorang akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, menjelaskan bahwa implementasi sistem integrasi sawit-sapi ini sudah berlangsung sekitar dua tahun dengan melibatkan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar. Kolaborasi ini dilakukan melalui 13 cluster di 6 Kabupaten, seperti Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, dan Ketapang.

BACA JUGA: Batang Sawit Jadi Krib Sementara, Guna Hadapi Krisis Tanggul Sungai Tamiang

“Sistem integrasi sawit-sapi punya banyak keunggulan, misalnya biaya rumput bisa murah, tingkah laku ternak lebih alami, dan biaya penyemprotan gulma di kebun kelapa sawit dapat ditekan,” ungkap Duta Setiawan Seperti dilansir InfoSAWIT dari RRI PRO 1 Pontianak.

Menurutnya, keuntungan lain dari integrasi ini termasuk rotasi penggembalaan yang dapat disesuaikan dengan jadwal agronomi kebun. Selain itu, Duta Setiawan menjelaskan bahwa proses integrasi ini memanfaatkan pagar listrik untuk menjaga bibit sawit agar tidak dirusak oleh sapi.

“Banyak terkait dengan penggembalaan sapi di sawit ini, ada yang namanya electric fencing atau pagar listrik ini diperlukan supaya sapi tidak makan sawit muda atau sawit di bawah usia lima tahun,” tambahnya.

BACA JUGA: Kementan Dorong Bersama Jaga Sawit Berkelanjutan dan Dorong Peremajaan Sawit Rakyat

Sistem integrasi sawit-sapi tidak hanya dianggap sebagai solusi untuk pemenuhan kebutuhan daging sapi lokal tetapi juga sebagai strategi untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit dan mengoptimalkan pengeluaran produksi pada sektor peternakan sapi di Kalimantan Barat. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com