Permintaan Minyak Sawit Melorot, Lantaran Harga Minyak Kedelai dan Bunga Matahari lebih Murah

oleh -7.978 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Istimewa/Crude Palm Oil (CPO)

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Peningkatan harga minyak sawit mentah (CPO) kemungkinan akan dibatasi oleh berlimpahnya pasokan minyak kedelai dan minyak bunga matahari, merupakan “soft oil” yang tersedia dengan harga lebih murah dibandingkan harga minyak sawit untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun.

Harga minyak sawit berjangka Malaysia telah mengalami kenaikan hampir 5% pada awal 2024 setelah penurunan sebesar 11% pada tahun sebelumnya, kondisi ini menyebabkan permintaan minyak sawit sedikit lesu, menyusul melimpahnya produksi minyak kedelai di Amerika Selatan.

Tercatat minyak kedelai, sebagai salah satu minyak nabati utama, biasanya diperdagangkan dengan harga lebih tinggi daripada minyak sawit. Namun, melonjaknya panen kedelai hingga mencapai rekor tertinggi di Amerika Selatan telah menurunkan harga minyak kedelai, menjadikannya lebih terjangkau bagi para pembeli, yang kemudian banyak permintaan minyak kedelai. Dengan demikian kondisi produksi minyak sawit yang menurun, sementara produksi “soft oil” meningkat, menciptakan perbedaan tren harga yang membatasi potensi kenaikan harga minyak sawit.

BACA JUGA: Berawal Hendak Tangkap Maling Buah Sawit, Malah Dapat Pengedar Sabu

Menurut CEO Glentech Group, Vipin Gupta, peningkatan harga “soft oil” cenderung menjauhkan pembeli dari minyak sawit, yang pada gilirannya membatasi potensi kenaikan harga minyak sawit. Gupta juga menyatakan bahwa impor minyak sawit mentah (CPO) ditawarkan dengan harga sekitar US$ 930 per metrik ton di India untuk pengiriman Maret 2024, sedangkan minyak kedelai dan minyak bunga matahari ditawarkan masing-masing sekitar US$ 915 dan US$ 910 per ton.

Dikutip dari InfoSAWIT dari moneycontrol.com di India, yang merupakan salah satu importir minyak nabati terbesar, terjadi pergeseran dalam preferensi pembelian minyak. CEO Patanjali Foods Ltd, Sanjeev Asthana mengungkapkan, bahwa pembeli di India mengurangi impor minyak sawit dan meningkatkan pengiriman minyak kedelai. Impor minyak sawit oleh India telah turun ke level terendah dalam tiga bulan terakhir, sementara impor minyak kedelai diperkirakan akan meningkat signifikan dalam beberapa bulan mendatang.

Managing Partner di GGN Research, Rajesh Patel menyebutkan, bahwa India biasanya membeli minyak sawit dari India, Malaysia, dan Thailand, sementara minyak kedelai dan minyak bunga matahari diimpor dari Argentina, Brazil, Rusia, dan Ukraina.

BACA JUGA: Hilirisasi Sawit Bagi Ketahanan Pangan dan Energi

Di Eropa, harga minyak sawit menjadi lebih mahal bagi pembeli karena biaya pengangkutan yang lebih tinggi. Ini menyebabkan minyak sawit diperdagangkan dengan harga lebih mahal hingga US$ 100 per ton dibandingkan dengan minyak kedelai, minyak kanola, dan minyak bunga matahari. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com