Apical dan Cepsa Mulai Pembangunan Pabrik Biofuel Terbesar di Selatan Eropa Bernilai €1,2 miliar

oleh -10.820 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Apical untuk InfoSAWIT/ Apical dan Cepsa Mulai Pembangunan Pabrik Biofuel Terbesar di Selatan Eropa Bernilai €1,2 miliar.

InfoSAWIT, SINGAPURA – Perusahaan sawit terintegrasi, Apical, melalui anak usahanya Bio-Oils, bersama mitranya Cepsa, telah mengumumkan pembangunan pabrik biofuel generasi kedua (2G) terbesar di wilayah selatan Eropa.

Pabrik senilai €1,2 miliar ini direncanakan akan memproduksi 500.000 ton sustainable aviation fuel (SAF) dan renewable diesel per tahun, yang cukup untuk jet terbang mengelilingi planet 1.300 kali. Selain itu, fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi emisi CO2 sebesar 3 juta ton per tahun, setara dengan 600.000 kendaraan penumpang yang tidak digunakan.

Direktur Eksekutif Apical, Pratheepan Kanuragaran menjelaskan, bahwa akses terhadap bahan baku berkelanjutan masih menjadi tantangan di banyak negara, namun dengan kemitraan global Apical yang terus berkembang, mereka berharap dapat memanfaatkan limbah dan sisa minyak goring untuk produksi SAF.

BACA JUGA: Pemerintah Polandia Tertarik Gunakan Cangkang Sawit Untuk Sumber Energi Ramah Lingkungan

“Dengan pabrik baru ini, diharapkan akan ada solusi bagi tantangan utama dalam industri ini terkait ketersediaan bahan mentah,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Senin (26/2/2024).

Sementara CEO Cepsa, Maarten Wetselaar, menambahkan bahwa pembangunan pabrik ini adalah tonggak utama pertama dari strategi Positive Motion Strategy mereka. Proyek ini diharapkan tidak hanya menjadi benchmark di Eropa dalam bidang molekul hijau, tetapi juga akan memfasilitasi dekarbonisasi sektor-sektor yang tidak dapat beroperasi dengan elektron, seperti industri penerbangan.

Pabrik ini juga menonjol karena keberlanjutan lingkungannya. Dengan teknologi terkini dan konsep digital, pabrik ini akan memiliki dampak lingkungan minimal, menghasilkan emisi CO2 75% lebih sedikit daripada pabrik biofuel tradisional. Selain itu, fasilitas ini akan menggunakan air reklamasi dan hidrogen terbarukan dalam proses produksinya, mengurangi konsumsi air tawar di lokasi pabrik.

BACA JUGA: Eks Menperin Saleh Husin, Sebut Pentingnya Hilirisasi Industri Sawit Pada Sidang Doktoral

Dengan meningkatnya kapasitas produksi dua kali lipat menjadi 1 juta ton per tahun, pabrik ini diharapkan dapat menjawab kenaikan permintaan di pasar. Apical juga sedang menjajaki kerja sama dengan perusahaan minyak global lainnya di kawasan untuk mendirikan fasilitas produksi SAF di Singapura dan Asia, sebagai respons terhadap rencana Singapura untuk mendorong penggunaan bahan bakar ramah lingkungan di sektor penerbangan mulai tahun 2026.

Belum lama inin bahkan pemerintah Singapura yang mewajibkan penggunaan SAF oleh semua penerbangan keluar pada tahun 2026 disambut baik oleh Apical. Mereka percaya bahwa kolaborasi industri yang lebih dalam akan membantu meningkatkan adopsi SAF dengan cara yang terjangkau, menguntungkan konsumen dan maskapai penerbangan, serta memajukan dekarbonisasi di sektor penerbangan. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com