Namun, pada akhir 1970-an, sistem tanggung jawab rumah tangga China mulai diterapkan, serta memberikan petani keleluasaan tentang komoditas apa yang akan ditanam. Ternyata pilihan ada di karet, lada, dan mangga, sementara komoditas kelapa sawit mulai tidak disukai.
Penanaman kelapa sawit periode kedua terjadi pada awal 1980-an, ketika sebuah perusahaan Singapura bermitra dengan perkebunan milik negara di Chengmai, Hainan, mulai melakukan penanaman kelapa sawit seluas 2.660 hektar dengan varietas bibit kelapa sawit yang lebih produktif yang dikenal sebagai tenera. Namun, sayangnya pengelolaan tidak pernah dimulai dengan benar, karena manajemen yang buruk dan area yang ditanam terlalu kecil serta tidak sesuai skala ekonomi. (T2)
