InfoSAWIT, BRUSSEL – Pertemuan ketiga Gugus Tugas Gabungan Ad Hoc (JTF) mengenai Peraturan Deforestasi Uni Eropa (EUDR) telah usai berlangsung yang menjadi salah satu momen krusial dalam upaya bersama menghadapi tantangan deforestasi global, yang diadakan di Brussels, pada 12 September 2024 lalu, dihadiri perwakilan Uni Eropa, Indonesia, dan Malaysia.
Dimana pada pertemuan ini difasilitasi oleh Dewan Negara-negara Penghasil Minyak Sawit (CPOPC), dengan fokus membahas implementasi EUDR yang akan berdampak pada sektor komoditas seperti minyak sawit, kopi, karet, kayu, dan kakao.
Direktur Jenderal Lingkungan Hidup Komisi Eropa, Florika Fink Hooijer membuka pertemuan sekaligus menyambut lebih dari 80 pemangku kepentingan yang hadir secara langsung maupun daring. Perwakilan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah Indonesia dan Malaysia, sektor swasta, petani kecil, dan akademisi, berkumpul untuk membahas solusi menghadapi tantangan deforestasi.
BACA JUGA: EUDR Ditunda, Saatnya Percepatan Penyelesaian E-STDB dan Konsolidasi
Dari pihak Indonesia, Staff Ahli Bidang Konektivitas, Sektor Jasa, dan Sumber Daya Alam, Kemenko Perekonomian RI, Musdhalifah Machmud memimpin diskusi bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Dato’ Yusran Shah Bin Mohd Yusof.
Dalam keterangan resmi dikutip InfoSAWIT, Senin (14/10/2024), dalam pertemuan tersebut, kedua negara penghasil minyak sawit terbesar dunia ini menyampaikan langkah-langkah yang telah diambil untuk memastikan bahwa rantai pasokan komoditas mereka sah dan dapat dilacak, sesuai dengan standar keberlanjutan yang diterapkan oleh Uni Eropa.
Kemajuan dari lima alur kerja yang telah ditetapkan dalam pertemuan sebelumnya dipaparkan oleh masing-masing negara. Uni Eropa menegaskan kembali komitmennya untuk bekerja sama erat dengan Indonesia dan Malaysia dalam meningkatkan upaya bebas deforestasi. Tantangan terbesar adalah memastikan keterlibatan petani kecil dalam rantai pasokan yang lebih transparan, namun optimisme tetap tinggi.
Salah satu hasil penting dari pertemuan ini adalah rencana pelatihan intensif bagi para pelatih (Training of Trainers) mengenai EUDR yang akan diadakan di Malaysia pada November 2024. Program ini bertujuan untuk memberikan panduan praktis bagi petani kecil di berbagai sektor komoditas agar mereka lebih siap menghadapi regulasi ketat EUDR. Pelatihan serupa juga akan diadakan di Indonesia.



















