Mewujudkan Kemitraan Petani dan Industri Biodiesel Dalam Pengembangan Biodiesel Sawit Untuk Kesejahteraan Petani Sawit

oleh -6.418 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Dari kiri-kanan: Prisa Sambo Dato (Moderator); Edi Wibowo (Direktur Bioenergi Kementerian ESDM); Mula Putra (Koordinator Kelembagaan Dirktorat Tanaman Sawit dan Aneka Palma); Wiko Saputra (Peneliti Tatakelola sawit dan Biodiesel); Mansuetus Darto* (Dewan Nasional SPKS). Pada Acara Diskusi Keberlanjutan Biodiesel, dengan tema “Mewujudkan Kemitraan Petani Dan Industry Biodiesel Dalam Pengembangan Biodiesel Sawit Untuk Kesejahteraan Petani Sawit“, Kamis (24/10/2024) di Jakarta.

Pemerintah juga akan meningkatkan kapasitas SDM melalui program beasiswa dan pelatihan bagi para pekebun. Pendataan melalui STDB akan diperkuat guna memperbaiki tata niaga TBS serta meningkatkan pendapatan petani melalui integrasi tanaman sela, peternakan, dan pemanfaatan limbah sawit.

Mula Putra optimis bahwa dengan langkah-langkah ini, produktivitas perkebunan sawit rakyat dapat mencapai 30-40 ton TBS per hektar dengan rendemen 23-25%. Peningkatan ini diharapkan dapat mendukung program biodiesel berbahan baku minyak sawit serta meningkatkan kesejahteraan petani sawit di Indonesia.

Wiko Saputra, Peneliti Tata Kelola Sawit dan Biodiesel, menjelaskan bahwa pasar biodiesel di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan sejak kebijakan pencampuran biodiesel dalam solar (biosolar) diberlakukan secara agresif pada 2015. Pemerintah berhasil melaksanakan program B35, yang kini menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kadar pencampuran menuju 100% (B100) secara bertahap.

BACA JUGA: Menteri Kehutanan Fokus Transparansi Data Atasi Keterlanjuran Sawit di Kawasan Hutan

Namun, Wiko menyinggung adanya tantangan teknis di lapangan yang menyebabkan stagnasi dalam produksi kelapa sawit. “Untuk mencapai B40, dibutuhkan tambahan 2,5 juta ton minyak sawit mentah (CPO),” ujarnya. Menurut Wiko, lebih baik memberdayakan petani sawit untuk mendukung industri biodiesel ini daripada berfokus pada rasionalisasi penurunan ekspor.

Dengan kenaikan permintaan biodiesel, kebutuhan CPO terus meningkat. Wiko menjelaskan, “Dengan asumsi kenaikan permintaan biosolar sebesar 3% per tahun, pada 2035 saat program B60 dijalankan, kebutuhan CPO untuk industri biodiesel dalam negeri akan mencapai 34,35 juta metrik ton (MT).”

Potensi besar Indonesia dalam sektor perkebunan sawit swadaya pun ikut menjadi perhatian. Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 5,31 juta hektar perkebunan sawit swadaya, yang mampu memproduksi hingga 14,87 juta MT CPO per tahun atau setara dengan 13,91 juta kiloliter biodiesel. Potensi terbesar ini berasal dari perkebunan di Pulau Sumatra dan Kalimantan.

BACA JUGA: Kemendag Terbitkan Permendag No 26/2024, Lima Produk Sawit Kena DMO Minyakita

Namun, Wiko menilai bahwa model rantai pasok industri biodiesel saat ini belum memungkinkan petani sawit swadaya untuk mendapatkan nilai tambah yang maksimal. Oleh karena itu, diperlukan model rantai pasok baru yang memungkinkan perkebunan sawit swadaya mensuplai kelapa sawit mereka ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) mini milik kelompok petani dan langsung mensuplai PT Pertamina sebagai offtaker untuk biodiesel.

Meski begitu, ada sejumlah tantangan besar yang dihadapi. “Banyak kebun sawit swadaya yang produktivitasnya menurun dan membutuhkan peremajaan,” ujar Wiko. Selain itu, aspek kelembagaan petani sawit swadaya masih lemah, dan regulasi terkait perizinan PKS mini juga menjadi hambatan. Kualitas sumber daya manusia (SDM) petani sawit swadaya serta pengetahuan terkait bisnis hilir sawit masih perlu ditingkatkan. Data mengenai petani sawit swadaya, seperti nama dan alamat, juga belum lengkap, sehingga menyulitkan pemerintah dalam memastikan kecukupan lahan, legalitas, dan kesiapan petani dalam mendukung industri biodiesel.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com