Pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia Bisa Melalui Pendanaan IPO Melalui Bursa Efek

oleh -3.883 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Istimewa/Bursa Efek Indonesia

Indonesia menargetkan bauran energi bersih 23% pada 2025 dan 40% pada 2030, sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk swasembada energi. PT PLN (Persero) juga menargetkan keterlibatan swasta dalam pembangunan energi baru terbarukan (EBT) sebesar 60%.

Namun, menurut Fabby, investor perlu mempertimbangkan beberapa faktor sebelum berinvestasi dalam IPO perusahaan energi terbarukan. “Lingkungan pendukung seperti kebijakan, regulasi, stabilitas ekonomi, serta prospek pengembangan bisnis perusahaan itu sendiri sangat penting,” katanya. Potensi energi terbarukan Indonesia sendiri mencapai 3.686 gigawatt (GW), dengan pemanfaatan energi bersih baru sekitar 12,54 GW pada 2023.

Fabby menambahkan, sebagai investor, ia lebih memilih saham energi terbarukan dibandingkan saham batu bara karena prospek keberlanjutannya. “Namun, perusahaan yang ingin IPO harus memiliki strategi bisnis yang matang, prospek pengembangan, dan kredibilitas yang kuat,” tutupnya. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com