SMART SPOT Dukung Pemasok Terapkan Praktik Sawit berkelanjutan di Siak-Pelalawan

oleh -2.922 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Syamsul (duduk di barisan depan, keempat dari kiri) di SMART Sustainable Palm Oil Training (SMART SPOT), sebuah program yang dipimpin GAR yang dirancang untuk mengatasi tantangan pemasok di wilayah tersebut dan mempromosikan solusi kolaboratif.

InfoSAWIT, SIAK – Di Siak dan Pelalawan, angin perubahan mulai terasa di kalangan pemasok kelapa sawit. Perubahan ini bukan hanya soal produksi sawit, tetapi juga tentang masyarakat, kemitraan, dan masa depan yang lebih baik. Dukungan Golden Agri-Resources (GAR) melalui Program Lanskap Siak-Pelalawan (SPLP) memfasilitasi langkah-langkah para pemasok seperti Syamsul Bahari untuk menjalani praktik pertanian yang lebih bertanggung jawab.

Syamsul, yang kini menjabat sebagai Kepala Administrasi di PT Karya Panen Terus, sebuah perusahaan pemasok GAR, mengawali perjalanannya dengan berbagai tantangan operasional. Saat bergabung pada Juli 2022, ia menghadapi masalah inefisiensi yang menghambat kinerja unit pengolahan sawit yang ia kelola. “Kami harus mengendalikan biaya dengan ketat dan menempatkan tim di posisi yang tepat, tetapi itu tidak mudah,” ujarnya dikutip InfoSAWIT dari Laman GAR, Rabu (13/11/2024).

Syamsul bertanggung jawab atas 100 anggota tim, dengan visi tidak hanya untuk menjaga bisnis tetap bertahan, tetapi juga membangun masa depan yang stabil bagi masyarakat di sekitarnya. Namun, tanpa panduan yang jelas untuk standar proses, seperti penerimaan, pengolahan, hingga pengiriman produk ke GAR, Syamsul menyebut pengalaman itu “seperti bekerja dalam kegelapan.”

BACA JUGA: Wilmar International Raih Penghargaan di in-cosmetics Asia 2024 untuk Inovasi produk Perawatan Kulit

Pada Agustus 2024, titik balik terjadi ketika Syamsul dan timnya mengikuti program transformasi pemasok GAR melalui pelatihan SMART Sustainable Palm Oil Training (SMART SPOT). Melalui pelatihan ini, Syamsul memperoleh wawasan langsung mengenai praktik-praktik yang dibutuhkan untuk memperbaiki operasionalnya. “Pelatihan ini membuka mata saya terhadap perubahan yang perlu dilakukan,” ungkapnya.

SMART SPOT tidak hanya memperkenalkan konsep baru, tetapi juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk menerapkan konsep tersebut dalam praktik sehari-hari. Syamsul pun pulang dengan semangat baru dan mulai menerapkan perubahan yang tidak hanya memenuhi ekspektasi GAR, tetapi juga mengangkat standar operasional mereka secara keseluruhan. Salah satu fokus utama dari program ini adalah penerapan jejak rantai pasok (traceability), yang pada awalnya disambut dengan resistansi dari beberapa anggota tim.

“Tidak semua orang langsung antusias untuk berubah,” kenangnya. Namun, seiring waktu, manfaat dari praktik baru ini mulai dirasakan. Pemasok mulai memahami bahwa perubahan ini bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional.

BACA JUGA: Ini Peran Elaeidobius dalam Proses Polinasi di Kelapa Sawit, Namun Tak Lagi Gesit

Bagi Syamsul, keberlanjutan bukan hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menjaga agar sumber daya alam tetap tersedia bagi generasi mendatang. “Setiap tindakan yang kita ambil punya konsekuensi, terutama terhadap lingkungan,” ujarnya. Syamsul memandang pelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab utama dalam industri kelapa sawit, sambil tetap memastikan pertumbuhan ekonomi. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com