InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom ditetapkan Rp. 14.646/kg pada Kamis (19/12/2024), dengan demikian harga CPO tercatat turun 1,83% atau terdapat penurunan sekitar Rp 273/kg, dibandingkan harga CPO pada Rabu (18/12/2024) yang mencapai Rp. 14.919/kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, Harga CPO Dumai ditetapkan Rp. 14.646/Kg. Harga Teluk Bayur ditetapkan Rp. 14.516/Kg.
Sementara dilansir Reuters, harga kontrak minyak Sawit berjangka di Bursa Malaysia merosot pada Kamis, (19/12/2024) untuk sesi kelima berturut-turut, terbebani oleh ketidakpastian atas kebijakan biofuel Indonesia dan AS.
BACA JUGA: Petani Sawit Anggota Koperasi SSB Gugat Realisasi Lahan Kemitraan 1.470 Hektar
Harga kontrak minyak sawit FCPOc3 untuk pengiriman Maret 2025 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup turun 0,38% menjadi RM 4.512 (US$ 1.002,00) per metrik ton. Selama sesi tersebut, kontrak turun sebanyak 3% dan sempat naik 0,73%.
Harga minyak sawit mentah melanjutkan aksi jualnya sejak Rabu menyusul perubahan sentimen di pasar minyak nabati global minggu ini, kata Anilkumar Bagani, Kepala Riset Komoditas di Sunvin Group yang berbasis di Mumbai.
Lantas, rencana Indonesia untuk memperluas mandat biodiesel per Januari, yang dapat mengekang pasokan minyak sawit global, tampaknya semakin mungkin dilaksanakan secara bertahap, kata para analis, karena para pelaku industri mencari periode bertahap.
BACA JUGA: PTPN III Rilis Bibit Sawit Kultur Jaringan, Dukung Peningkatan Produktivitas Sawit Nasional
RUU pendanaan pemerintah AS yang dirilis pada hari Selasa mencakup rencana untuk mengizinkan penjualan bensin sepanjang tahun dengan campuran etanol yang lebih tinggi, yang dikenal sebagai E15. Para pedagang mengatakan bahwa pencampuran etanol berbasis jagung yang lebih tinggi di AS dapat mengurangi permintaan minyak kedelai yang digunakan dalam pembuatan biodiesel.
