“Kami siap menyuplai kebutuhan petani mandiri kelapa sawit akan benih unggul sawit, supaya produktivitas petani mandiri meningkat dari rata-rata 3 ton/hektar/tahun menjadi 6-10 ton/hektar/tahun”, ungkapnya menjelaskan.
PSR yang juga didukung pendanaan dari BLU BPDP, juga mendorong percepatan pelaksanaannya. Dukungan pendanaan BPDP dari 30 juta/hektar naik menjadi 60 juta/hektar. Upaya ini guna mendukung percepatan PSR bagi lahan kebun sawit petani.
Perwakilan BPDP, Dwi Nuswantoro mengungkapkan perjalanan program PSR yang masih mengalami pasang surut. Menurutnya, keberadaan BPDP akan terus mendukung upaya perbaikan dan kolaborasi para pemangku kepentingan.
BACA JUGA: BPDPKS Kembali Gelar Lomba Riset Sawit untuk Mahasiswa, 7 Bidang Riset Jadi Prioritas
“BPDP akan mendorong berbagai upaya percepatan PSR bagi petani mandiri kelapa sawit, supaya produktivitas hasil panennya meningkat”, ujar Dwi.
Terhadap berbagai dukungan para pemangku kepentingan industri perkebunan kelapa sawit, termasuk Pemerintah dan Baintelkam POLRI mendapat ucapan Terima kasih dari SPKS yang berharap akan kolaborasi erat di masa mendatang. Ketua Umum SPKS, Sabarudin menegaskan akan melanjutkan percepatan PSR bagi anggota SPKS di Tahun ini, supaya kesejahteraan petani mandiri kelapa sawit meningkat.
“Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung PSR bagi petani mandiri kelapa sawit, semoga kesejahteraan petani mandiri dapat terus meningkat”, tukasnya menutup diskusi yang diadakan beberapa waktu lalu (24/1), di Bogor secara hybrid. (T1)
