Wamen Pertanian Sudaryono Singgung Pemulihan Ekosistem di Konferensi ICOPE ke-7

oleh -2.668 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Wamen Pertanian Sudaryono, memberi keterangan pers pada acara International Conference of Oil Palm and Environment (ICOPE) ke-7 di Bali, Rabu (12/2/2025).

InfoSAWIT, SANUR – Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menekankan pentingnya pemulihan kondisi tanah, pengurangan risiko polusi dari pestisida dan pupuk kimia, serta pemulihan ekosistem yang terdegradasi didalam Konferensi International Conference of Oil Palm and Environment (ICOPE) ke-7 yang diselenggarakan hari ini.

Sudaryono menjelaskan bahwa degradasi lingkungan terjadi secara masif dan berdampak global. Perubahan iklim menjadi hasil dari kerusakan lingkungan yang terus berlanjut. Salah satu dampak nyata adalah kebakaran lahan, yang tidak hanya merugikan sektor perkebunan kelapa sawit tetapi juga masyarakat luas.

Menurut data Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), kabut asap akibat kebakaran dapat menghambat fotosintesis, menurunkan produktivitas sawit hingga 5,5%. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa pencegahan kebakaran lahan harus menjadi bagian dari tata kelola perkebunan sawit.

BACA JUGA: CEO Sinar Mas Agribusiness & Food, Franky Widjaja: Indonesia Berperan Penting dalam Sawit Berkelanjutan Global

Untuk menjaga keberlanjutan industri sawit, Sudaryono menekankan penerapan metode pengendalian hama terpadu dan pengolahan tanah konservasi. “Langkah-langkah ini dapat meningkatkan kesehatan tanah dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, sekaligus membantu menjaga keanekaragaman hayati,” katanya saat membuka acara International Conference of Oil Palm and Environment (ICOPE) ke 7 dihadiri InfoSAWIT, di Sanur, Bali, Rabu (12/2/2025).

Namun, ia juga mengakui bahwa industri sawit menghadapi tantangan ekonomi dan keterbatasan akses terhadap sumber daya, yang dapat menghambat upaya keberlanjutan.

Sudaryono mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengenali, mengevaluasi, dan mengukur kontribusi fungsi ekosistem terhadap sektor pertanian. Ia juga menyarankan beberapa pendekatan baru dalam pengelolaan pertanian berkelanjutan, di antaranya, pertama, Efisiensi Sumber Daya – Mengoptimalkan penggunaan air dan tanah serta meminimalkan input berbahaya seperti pestisida dan pupuk kimia untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya eksternal yang mahal dan merusak lingkungan.

BACA JUGA: Buka Acara Konferensi ICOPE ke 7, Wamentan Sudaryono Tekankan Keberlanjutan Industri Sawit Melalui STDB dan ISPO

Lantas kedua, Pengurangan Emisi dan Polusi – Menerapkan teknologi rendah emisi seperti agroforestri dan teknik konservasi tanah untuk meminimalkan erosi serta kehilangan nutrisi tanah. Ketiga, Pemulihan Ekosistem dan Keberlanjutan Jangka Panjang – Menerapkan teknik agroekologi seperti tumpangsari, penggunaan pupuk organik, dan sistem diversifikasi integrasi sawit-ternak guna menjaga kesehatan tanah dan ekosistem untuk produksi sawit yang berkelanjutan.

“Sudah waktunya bagi kita untuk menerapkan model pertanian yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan demi masa depan industri sawit yang lebih tangguh,” pungkas Sudaryono. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com