Darmawan menyarankan pemerintah untuk fokus pada riset dan pengembangan varietas sawit unggul. “Kita butuh program riset yang komprehensif untuk meningkatkan produktivitas tanpa merusak lingkungan,” ujarnya.
Ia juga mendorong integrasi kebijakan sawit dengan agenda global, seperti perjanjian perdagangan internasional (CEPA). “Kita harus memastikan bahwa ekspansi sawit sejalan dengan komitmen global terhadap keberlanjutan,” tegasnya.
Dengan pendekatan yang tepat, Darmawan yakin sawit bisa tetap menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia tanpa mengorbankan lingkungan. “Kuncinya adalah keseimbangan antara ekspansi, produktivitas, dan keberlanjutan,” tutupnya.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 14-20 Februari 2025 Naik Rp 47,06 per Kg
Dengan langkah ini, Indonesia tidak hanya bisa mempertahankan posisinya sebagai produsen sawit terbesar dunia, tetapi juga menjadi contoh dalam pengelolaan industri yang bertanggung jawab. (T2)
