ESDM Percepat Transisi Energi Hijau dan Biodiesel Sawit Menuju Ketahanan Nasional 2025 

oleh -4.141 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Direktur Bioenergi Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Edi Wibowo.

InfoSAWIT, BOGOR – Direktur Bioenergi Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Edi Wibowo, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui percepatan pemanfaatan biodiesel sawit. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan, energi, dan ekonomi biru, sebagaimana tertuang dalam Keppres Nomor 1 Tahun 2025 tentang Ketahanan Energi Nasional.

“Kami fokus pada tiga pilar utama: mengurangi impor BBM fosil, meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan berbasis sawit, dan mendorong ekonomi hijau dengan mengurangi emisi gas rumah kaca,” ujar Edi saat berbicara pada Workshop Jurnalis Industri Hilir Sawit, dihadiri InfoSAWIT, di Bogor, Sabtu (22/2/2025).

 

Strategi dan Capaian Biodiesel Sawit

Edi menjelaskan, program biodiesel Indonesia telah berjalan sejak 2008 dengan progres signifikan, pada periode 2008-2015, uji coba biodiesel B2,5 hingga B10. Lantas pada 2016-2020, mulai mengimplementasikan B20 hingga B30.

BACA JUGA: BPDP Dukung Perkuat Swasembada Pangan dan Energi Menuju Indonesia Emas 2045

Disambung pada 2022-2024, mulai melakukan peningkatan ke B35 dengan produksi 13,5 juta kiloliter (KL) pada 2023, di mana 13,93 KL disalurkan untuk kebutuhan domestik. Terakhir pada 2025, target B40 dan persiapan menuju B50.

“Saat ini, 93% produksi biodiesel dialokasikan untuk dalam negeri. Ini membuktikan sawit bukan hanya andalan ekspor, tetapi tulang punggung ketahanan energi,” tegasnya.

Program biodiesel didukung sejumlah regulasi, termasuk PP, Perpres, dan Kepmen ESDM, serta penetapan lokasi produksi yang tersebar di 22 provinsi. Edi menekankan, setiap peningkatan campuran biodiesel (seperti B30 ke B35) selalu diawali uji kelayakan teknis, termasuk uji mesin diesel dan kendaraan bermotor sejak 2016.

BACA JUGA: Berikut Proyeksi Impor Minyak Makan India

“Hasil uji di jalan raya dan laboratorium menunjukkan biodiesel sawit ramah mesin dan mengurangi emisi hingga 50% dibanding solar fosil,” tambahnya.

 

Tantangan 

Untuk mencapai target B40 pada 2025, Edi mengakui perlunya sinergi dengan Kementerian Pertanian, Perindustrian, serta pelaku usaha. Saat ini, alokasi biodiesel 2025 telah ditetapkan sebesar 16,46 juta KL, dengan penyaluran melalui Pertamina dan PT AKR Corporindo.

“Kami juga perlu memperluas pasar non-tradisional, seperti ekspor bensin nabati (green gasoline) ke Eropa dan Amerika, serta produk turunan sawit untuk industri kimia,” ujarnya.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik 0,98 Persen Pada Jumat (21/2), Harga CPO Mingguan Naik 2,14 Persen

Program biodiesel disebut berkontribusi pada, pertama, penghematan devisa hingga Rp165 triliun (2023) akibat substitusi impor solar. Kedua, penyerapan 1,6 juta tenaga kerja di sektor hulu-hilir sawit.  Serta ketiga, penurunan emisi CO2 setara 25,6 juta ton pada 2023.

“Ini bukan hanya tentang energi, tetapi juga pembangunan berkelanjutan. Sawit adalah green asset Indonesia untuk transisi energi global,” pungkas Edi.

Dengan dukungan kebijakan afirmatif dan potensi sawit yang masif, ESDM yakin Indonesia dapat menjadi pemain kunci dalam peta energi terbarukan dunia, sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com