ISPO Wajib untuk Petani Sawit Swadaya Mulai 2029, Pemerintah Siapkan Insentif dan Pendanaan Baru

oleh -15.976 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Logo ISPO

“Sertifikasi itu bukan soal administrasi saja, tapi menyangkut perubahan pola pikir, peningkatan kapasitas, dan pendampingan teknis. Petani butuh pelatihan GAP (Good Agricultural Practices), legalitas lahan, hingga penguatan kelembagaan,” jelas pihak FORTASBI dilansir InfoSAWIT dari laman resmi FORTASBI, Senin (7/7/2025).

Lebih lanjut, pihak FORTASBI menekankan bahwa ISPO harus menjadi peluang, bukan beban. Oleh karena itu, sertifikasi ISPO harus disertai dengan insentif yang adil dan harga jual yang lebih tinggi dibanding produk non-sertifikasi.

“Produk sawit bersertifikat ISPO adalah hasil kerja keras petani dalam menjaga lingkungan, sosial, dan praktik usaha yang baik. Harus ada nilai tambah di pasar agar semangat petani terus terjaga,” tegas mereka.

BACA JUGA: Mediasi Konflik Lahan Sawit Warga Kembang Janggut Kembali Buntu, PT RMB Tawarkan Rp25 Juta per Hektar

Pemerintah sendiri menyadari, keberhasilan implementasi ISPO bagi petani sangat bergantung pada penguatan sumber daya manusia dan infrastruktur kelembagaan di tingkat akar rumput. Oleh karena itu, periode empat tahun ini dirancang sebagai masa transisi untuk menyosialisasikan standar ISPO secara masif dan mendorong pembentukan kelompok tani yang siap disertifikasi.

Sementara di sisi perusahaan, mereka juga diharapkan berperan aktif dalam mendukung mitra petaninya, baik melalui kemitraan langsung maupun skema insentif pembelian TBS yang sesuai ketentuan baru.

Dengan Perpres 16/2025 ini, wajah industri kelapa sawit Indonesia ke depan akan lebih terstruktur, inklusif, dan bertanggung jawab. Petani yang selama ini berada di garis belakang, kini mendapat porsi penting dalam agenda keberlanjutan nasional.

BACA JUGA: Kementerian ESDM Tetapkan HIP Biodiesel Juli 2025 Sebesar Rp 12.874 per liter, Turun Rp 16 per Liter

“ISPO bukan sekadar sertifikat. Ini adalah komitmen bersama untuk menjaga kelapa sawit sebagai komoditas unggulan yang ramah lingkungan dan berkeadilan sosial,” tutup pernyataan FORTASBI. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com