FORTASBI Rayakan 11 Tahun Perjuangan Petani Sawit Mandiri Menuju Keberlanjutan

oleh -4.642 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Fortasbi).

InfoSAWIT, JAKARTA — Tepat 14 Agustus 2025, Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI) menandai perjalanan 11 tahun sebagai wadah peningkatan kapasitas petani sawit mandiri menuju sertifikasi berkelanjutan. Forum yang lahir pada 2014 atas prakarsa sejumlah LSM dan organisasi petani ini kini telah tumbuh menjadi jaringan besar yang menghubungkan puluhan ribu petani di berbagai penjuru tanah air.

Awalnya, FORTASBI hanya menaungi dua kelompok dengan 937 petani di lahan seluas 2.403 hektare. Kini, pada 2025, anggotanya telah berkembang menjadi 60 kelompok, mencakup 22.770 petani dan 65.837 hektare lahan—seluruhnya telah bersertifikat sawit berkelanjutan.

 

Capaian Pelatihan dan Sertifikasi
Selama 11 tahun, FORTASBI telah melatih 26.316 petani di 14 provinsi dan 24 kabupaten/kota dalam berbagai bidang, mulai dari Good Agricultural Practices (GAP), High Conservation Value (HCV), Palm Oil Plantation Inventory and Certification (PPIC), standar ISO, hingga RSPO. Sebanyak 2.664 petani swadaya juga telah mendapatkan pelatihan pertanian regeneratif.

BACA JUGA: Petani Sawit Swadaya Didorong Hitung Karbon, FORTASBI Gelar Pelatihan di Pekanbaru

Dari informasi yang didapat InfoSAWIT, Jumat (15/8/2025), keterlibatan perempuan menjadi salah satu perhatian. Dari total petani terlatih, 5.018 adalah perempuan, dengan 1.500 di antaranya terlibat langsung dalam program peningkatan kesejahteraan keluarga.

Dukungan tenaga pelatih kini mencakup 12 ahli sertifikasi, 14 pelatih lokal HCV, 19 pelatih lokal RSPO, 18 pelatih lokal GIS, dan 26 pelatih lokal karbon. Sejak 2019, forum ini berhasil mempercepat sertifikasi RSPO bagi 5.787 petani baru di lahan seluas 14.434 hektare, sementara 4.906 petani lainnya dengan 9.205 hektare lahan tengah dalam proses sertifikasi RSPO atau ISO.

 

Manfaat Sosial, Lingkungan, dan Infrastruktur
FORTASBI juga memanfaatkan kredit insentif RSPO untuk berbagai program sosial, di antaranya akses layanan kesehatan bagi 2.400 keluarga anggota, sunatan massal untuk 500 anak, bantuan dana untuk 1.500 warga kurang mampu, santunan bagi 250 anak yatim, serta beasiswa untuk 720 pelajar.

BACA JUGA: Dorong Perkebunan Sawit Modern, BPDP dan FORTASBI Gelar Pelatihan Teknis untuk Petani Swadaya

Dari sisi lingkungan, forum ini mencatatkan konservasi 121 km area sungai, rehabilitasi 1.246 hektare sempadan sungai, pemulihan 485,24 hektare lahan gambut, perlindungan 157,02 hektare hutan, dan penanaman 4.415 bibit pohon kayu dan buah.

Untuk infrastruktur, FORTASBI mendirikan 12 kantor baru bagi koperasi atau organisasi petani sawit swadaya serta memperbaiki jalan perkebunan sepanjang 172,5 km.

Selama 11 tahun, total insentif kredit RSPO yang diperoleh mencapai US$ 11,10 juta, menjadi bukti bahwa keberlanjutan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang signifikan bagi petani.

BACA JUGA: Sebanyak 7.839 Petani Sawit Swadaya Dilatih Fortasbi Untuk Tingatkan Kapasitas Sawit Berkelanjutan

FORTASBI menegaskan akan terus menjadi ruang belajar bersama bagi petani sawit mandiri, baik yang telah bersertifikat maupun yang sedang berproses, demi memperkuat peran petani dalam rantai pasok sawit berkelanjutan Indonesia. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com