Bibit Sawit Topaz, Menanam Hasil Selangit dari Setiap Butir Benih Sawit

oleh -4.624 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi Bibit Sawit Unggul.

InfoSAWIT, JAKARTA – Bukan benih sawit biasa, Topaz lahir dari hasil riset panjang dan inovasi dari Asian Agri. Kini, dengan empat varian ditambah varian terbaru yang toleran terhadap ganoderma disertai potensi hasil mencapai 40 ton TBS per hektare per tahun, benih ini bisa menjadi pilihan utama bagi para pelaku dan  petani yang ingin mengejar produktivitas tinggi sekaligus keberlanjutan.

Di balik sebutir kecil benih kelapa sawit, tersimpan harapan besar bagi pelaku dan ribuan petani di Indonesia. Harapan akan hasil panen melimpah, rendemen minyak tinggi, dan masa depan yang lebih sejahtera. Harapan itu kini semakin mendekati kenyataan berkat kehadiran Topaz, varietas unggul benih sawit dari Asian Agri yang terus berinovasi dari tahun ke tahun.

Di sela pameran perkebunan yang berlangsung di Jakarta pekan lalu, Husen, Manager Marketing Topaz dari Asian Agri, membuka cerita tentang perjalanan panjang dan pencapaian terbaru benih sawit Topaz. Dengan nada penuh antusias, ia mengungkapkan satu per satu keunggulan yang ditawarkan oleh empat varian utama Topaz, yang kini ditambah dengan varian terbaru,Topaz GT, generasi toleran terhadap penyakit ganoderma.

BACA JUGA: Aceh Tawarkan Model Baru Kemitraan Global untuk Sawit Berkelanjutan

“Kami memiliki empat varian utama,” jelas Husen. “Topaz 1 hasil persilangan dura Deli dengan pisifera Nigeria, Topaz 2 dengan pisifera Ghana, Topaz 3 dengan pisifera Ekona, dan Topaz 4 dengan pisifera Yangambi. Keempatnya punya keunggulan masing-masing, tapi karakter buah menjadi pembeda utama.”

Dalam praktik di lapangan, Husen menjelaskan, warna buah menjadi indikator penting untuk menentukan waktu panen yang tepat. “Contohnya Topaz 1, buah mentahnya berwarna hijau, tapi saat matang berubah menjadi oranye cerah. Itu sinyal bahwa buah sudah matang sempurna,” ujarnya sambil menunjukkan gambar panen ideal kepada InfoSAWIT. “Jika dipanen saat warna sudah full orange, rendemennya bisa tembus hingga 28 persen untuk lahan datar.”

Dengan pendekatan edukatif seperti ini, Asian Agri ingin mengubah kebiasaan petani yang selama ini hanya berpatokan pada jatuhnya brondolan untuk memanen. Pasalnya, panen dini atau terlambat berisiko menurunkan kualitas dan jumlah minyak.

BACA JUGA: Harga Minyak Sawit Malaysia Naik Tipis, Menuju Kenaikan Mingguan Kedua

 

Strategi Tanam yang Heterogen

Asian Agri tak hanya berhenti pada produksi benih unggul. Mereka juga menawarkan strategi tanam yang cermat, dengan pendekatan heterogen untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit. Husen menyarankan agar dalam satu hamparan kebun, petani menanam kombinasi Topaz 1 sebanyak 70 persen dan Topaz 3 sebanyak 30 persen.

“Dengan komposisi seperti itu, tanaman bisa saling melindungi dan hasil keseluruhan per hektare bisa optimal. Kami sudah uji coba dan hasilnya bisa mencapai lebih dari 30 ton TBS per hektare per tahun,” ungkapnya.

Klik untuk beli benih sawit Topaz

Lebih lengkap baca Majalah InfoSAWIT Edisi Juni 2025

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com