Perempuan Sawit yang Tak Terlihat

oleh -4.244 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT / Ilustrasi pekerja di perkebunan kelapa sawit

InfoSAWIT, JAKARTA – Sektor perkebunan kelapa sawit selama ini kerap digambarkan sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi pedesaan. Di balik angka-angka lapangan kerja yang tercipta, muncul pula sisi lain yang masih menyisakan tanda tanya besar: bagaimana sebenarnya kondisi para pekerja, terutama perempuan, di sektor ini?

Di satu sisi, industri sawit memang membuka peluang kerja yang luas, khususnya di daerah sentra produksi. Namun, di sisi lain, muncul dugaan pelanggaran dalam perekrutan dan perlakuan terhadap pekerja yang tidak selalu sesuai regulasi. Dugaan ini semakin menguat ketika menyentuh soal keterlibatan tenaga kerja perempuan.

Sejumlah laporan mencatat bahwa masih banyak pekerja perempuan di perkebunan sawit yang belum mendapatkan haknya secara utuh. Bahkan, dalam beberapa kasus, perempuan hanya dipandang sebagai “pembantu” suami, bukan sebagai pekerja mandiri. Akibatnya, kontribusi mereka tidak tercatat secara resmi, dan mereka pun tak memperoleh perlindungan maupun fasilitas sebagaimana mestinya.

BACA JUGA: Seruyan Sosialisasikan Perbup Perlindungan Perempuan dan Anak di Lingkungan Kerja

Konsep keadilan gender kembali menjadi perhatian. Namun penting untuk dipahami, keadilan gender bukan berarti perlakuan yang sama persis antara laki-laki dan perempuan, melainkan pemberian hak yang adil sesuai kebutuhan masing-masing. Misalnya, perempuan yang bekerja sebagai sopir di kebun sawit harus disediakan fasilitas keamanan dan penginapan yang layak, terpisah dari pekerja laki-laki.

Sayangnya, banyak dari kebutuhan dasar ini belum terpenuhi. Temuan IPB University melalui Pusat Studi Agraria dalam riset terbarunya, menunjukkan bagaimana kerja-kerja perempuan di sektor sawit seringkali tak terlihat. Padahal mereka terlibat langsung menopang ekonomi keluarga — baik di kebun maupun dari rumah.

Penelitian itu juga menyinggung perbedaan mencolok antar wilayah. Di Sumatera dan Riau, kontribusi ekonomi laki-laki dan perempuan cukup seimbang. Namun di Kutai Kartanegara, budaya patriarki masih kuat. Terdapat pandangan bahwa perempuan lebih dihargai jika tidak bekerja, dan pekerjaan rumah tangga dilihat sebagai bentuk pengabdian yang tak perlu diberi kompensasi. Bahkan perempuan yang bekerja dari rumah justru menanggung beban kerja domestik yang lebih berat dibandingkan mereka yang bekerja di luar. Isu-isu ini menjadi bahasan dalam Rubrik Fokus Majalah InfoSAWIT edisi Juli 2025.

BACA JUGA: Disperindagkop Kobar Dorong UMKM Sawit Jadi Motor Kemandirian Pangan dan Energi

Di sisi lain, edisi kali ini juga mengangkat harapan baru bagi petani sawit. Sistem intercropping atau tumpangsari kini semakin banyak diterapkan dengan tanaman seperti pisang dan semangka. Konsep ini memungkinkan petani memperoleh penghasilan tambahan sembari menunggu kelapa sawit memasuki usia produktif.

Bukan hal baru memang, tapi intercropping kini mendapatkan atensi lebih besar karena manfaatnya terasa nyata, menambah pendapatan, meningkatkan kesuburan tanah, dan mendorong keanekaragaman hayati. Guna memperkuat penerapannya, sebuah proyek bertajuk Living Lab telah dimulai di Sumatera, melibatkan para petani dan peneliti untuk mengembangkan praktik tumpangsari yang berkelanjutan. Kisah tentang tumpangsari dan inisiatif Living Lab ini bisa disimak lebih lanjut dalam Rubrik Teropong Majalah InfoSAWIT edisi Juli 2025. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com