Peremajaan Sawit Rakyat Jadi Kunci Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

oleh -7.868 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menegaskan bahwa peremajaan sawit rakyat (PSR) merupakan kunci penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus energi nasional.

InfoSAWIT, PEKANBARU – Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menegaskan bahwa peremajaan sawit rakyat (PSR) merupakan kunci penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus energi nasional. Menurutnya, langkah tersebut hanya bisa terwujud melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Kolaborasi dapat diwujudkan dengan mendorong intensifikasi produktivitas sawit petani yang saat ini masih memiliki ruang besar untuk optimalisasi,” ujar Jatmiko saat menjadi pembicara pada The 2nd International Conference on Agriculture, Food and Environmental Science (ICAFES) 2025 di Universitas Riau, Pekanbaru, Sabtu.

Jatmiko menilai, potensi terbesar peningkatan produktivitas ada pada perkebunan rakyat. Saat ini, rata-rata produktivitas sawit petani Indonesia masih di kisaran 2–3 ton crude palm oil (CPO) per hektare per tahun, jauh tertinggal dari korporasi perkebunan yang mampu mencapai 6 ton. “Ruang terbesar untuk improvement adalah dari sisi petani. Kita semua dapat berkolaborasi bersama untuk meningkatkan produktivitas petani sawit Indonesia melalui intensifikasi,” katanya dilansir InfoSAWIT dari Antara, Senin (1/9/2025).

BACA JUGA: Gubernur Kalbar Cari Solusi Konflik Lahan Sawit Mandiri di Melawi

Untuk menjembatani disparitas tersebut, PalmCo telah melaksanakan sejumlah inisiatif, antara lain Program BUMN untuk Sawit Rakyat, penyediaan bibit unggul bersertifikat yang sudah diserap lebih dari dua juta batang, serta penerapan skema off taker seluas 10.200 hektare. Selain itu, penguatan kelembagaan koperasi juga menjadi fokus. Hingga 2024, PalmCo tercatat mendukung pencairan dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) untuk peremajaan sawit mitra koperasi seluas 15.321 hektare.

Hasilnya, produktivitas kebun plasma yang sudah diremajakan mampu menembus rata-rata 12,57 ton per hektare, bahkan ada yang mencapai 18,05 ton per hektare—melampaui standar nasional sebesar 12 ton per hektare. “Peremajaan sawit rakyat adalah kunci menjaga daya saing dan kontribusi sawit bagi ketahanan pangan dan energi. Melalui forum ini kami mengajak semua pihak untuk berkolaborasi memperkuat inisiatif tersebut secara berkelanjutan,” tegas Jatmiko.

Ia optimistis, bila kolaborasi untuk intensifikasi produktivitas petani berjalan efektif, bukan hanya ketahanan pangan dari sektor sawit yang terjaga, tetapi juga target pemerintah untuk implementasi B50 pada 2027 bisa tercapai.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode IV-Agustus 2025 Naik Tipis

Konferensi internasional ICAFES 2025 di Pekanbaru ini dihadiri ratusan peserta, mulai dari dekan fakultas pertanian seluruh Indonesia, akademisi, peneliti, hingga mahasiswa. Hadir pula sejumlah pakar dunia, di antaranya Johan Kieft, ahli lingkungan dari PBB; Dr. Idesert Jelsma, peneliti asal Belanda; serta Prof. Ir. Usman Pato, pakar ketahanan pangan lulusan Gifu University Jepang, bersama akademisi dari Malaysia dan Filipina. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com