MSPO Diakui Uni Eropa, Tapi Belum Sah Jadi Tiket Bebas EUDR

oleh -2.965 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. IBC-IES/Duta Besar Yuri O. Thamrin, yang sekaligus anggota Dewan Pengawas di Indonesian Palm Oil Strategic Studies (IPOSS)

Pelajaran untuk Indonesia

Jika dibandingkan dengan Indonesia, Malaysia memang lebih dulu mendapatkan pengakuan politik internasional lewat MSPO. Indonesia memiliki Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang berfungsi serupa, tetapi masih dalam proses penguatan agar selaras dengan tuntutan global.

ISPO saat ini tengah memperbaiki sejumlah aspek: transparansi data, sistem pelacakan digital, hingga keterlibatan petani kecil. Dengan perbaikan berkelanjutan, ISPO berpotensi memperkuat posisi sawit Indonesia, sama seperti MSPO bagi Malaysia.

“Alih-alih melihat siapa yang lebih unggul, penting bagi kedua negara untuk fokus pada harmonisasi dengan standar internasional. Itu yang akan menentukan akses pasar ke depan,” tambah Yuri.

BACA JUGA: 90 Proposal Lolos Tahap Presentasi Grant Riset Sawit 2025

Meski belum final, perkembangan terbaru tetap signifikan. Pengakuan politik Uni Eropa membuka peluang kerja sama teknis yang lebih konkret: integrasi sistem traceability, peningkatan standar legalitas, hingga dukungan bagi petani kecil. Jika proses ini berjalan baik, beban administrasi eksportir berkurang dan kredibilitas sawit Malaysia di pasar internasional semakin kuat.

Namun, sampai Uni Eropa mengeluarkan dokumen hukum resmi, MSPO tetap sebatas standar nasional pendukung. Ia belum dapat menggantikan kewajiban EUDR yang mengikat seluruh eksportir.

 

Dimensi Geopolitik

Dari sudut pandang geopolitik, langkah Uni Eropa menyebut MSPO sebagai standar kredibel juga strategis. Ketegangan akibat EUDR sempat memanas, karena Malaysia dan Indonesia menilai regulasi itu diskriminatif dan mengancam petani kecil. Dengan memberi ruang pengakuan pada MSPO, Uni Eropa seolah membuka pintu dialog lebih luas, sembari tetap menjaga otoritas regulasi mereka.

BACA JUGA: Riset Ungkap “Hujan Emas” Punya Potensi Jadi Senjata Baru Lawan Kumbang Tanduk Sawit

Bagi Indonesia, ini menjadi momentum untuk mempercepat penguatan ISPO. Jika ISPO mampu membuktikan kesesuaiannya dengan tuntutan EUDR, posisi sawit Indonesia akan lebih kokoh di pasar global.

MSPO kini memang sudah diakui secara politik oleh Uni Eropa sebagai standar nasional yang relevan. Namun pengesahan hukum formal belum ada, dan status Malaysia tetap berada di kategori standard risk. Eksportir masih wajib menjalani due diligence penuh.

Pelajaran yang bisa ditarik jelas: memahami perbedaan antara pengakuan politik dan pengesahan hukum sangat penting agar ekspektasi tidak meleset. Yang lebih krusial, baik Malaysia dengan MSPO maupun Indonesia dengan ISPO, sama-sama dituntut memperkuat standar keberlanjutan agar sawit tetap bertahan di pasar global yang makin ketat. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com