InfoSAWIT, KUBU RAYA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tengah mendorong lahirnya gerakan kewirausahaan baru berbasis produk turunan sawit. Inisiatif ini diperkenalkan melalui ajang Indonesia Palm Oil Smallholder Conference and Expo (IPOSC) ke-5 yang digelar di Kubu Raya, Kamis (25/9/2025).
Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menjelaskan bahwa forum seperti IPOSC menjadi ruang berbagi pengetahuan, sekaligus mempertegas hak dan kewajiban pelaku usaha sawit, khususnya petani dan UMKM.
“Kalau bicara rumusnya, salah satunya adalah bagaimana konsumsi dalam negeri bisa diarahkan agar produk sawit tidak hanya sebatas minyak. Melalui forum ini kita ingin menggerakkan lahirnya 1.000 usaha UMKM yang memanfaatkan bahan baku sawit,” ujar Helmi kepada InfoSAWIT.
BACA JUGA: Produksi Sawit Juli 2025 Naik, Konsumsi Domestik Turun, Ekspor Terkoreksi
Helmi mencontohkan sejumlah produk kreatif yang sudah dikembangkan, mulai dari lidi sawit, kerajinan tangan, hingga kuliner berbahan turunan sawit. Menurutnya, gerakan ini akan melibatkan berbagai organisasi, komunitas wirausaha, hingga kelompok perempuan yang selama ini jarang tersentuh langsung oleh inovasi berbasis sawit.
“Kalau nanti tiap organisasi bisa memunculkan dua atau tiga orang yang serius mengembangkan produk berbahan sawit, maka dampaknya akan besar. Kita ingin lahir gerakan kolektif yang bukan sekadar mengenalkan minyak sawit, tapi juga diversifikasi produk yang bisa diamati, ditiru, dan dimodifikasi oleh pelaku UMKM,” tambahnya.
BPDP juga akan memberikan dukungan program komersialisasi bagi skala kecil dan menengah. Helmi menyebut, potensi pengembangan produk sawit cukup luas, mulai dari batik dengan lilin berbahan sawit, produk kuliner, hingga kerajinan kreatif.
BACA JUGA: GAPKI Tekankan Perlindungan Pekerja Perempuan dan Anak di Industri Sawit
“Intinya, kita ingin masyarakat makin paham bahwa sawit bisa hadir dalam berbagai bentuk produk sehari-hari. Dengan begitu, manfaat sawit tidak hanya dinikmati di hulu, tapi juga mendorong tumbuhnya UMKM dan wirausaha baru di hilir,” pungkas Helmi. (T2)
