InfoSAWIT, KOTAWARINGIN – Setelah sukses menanamkan semangat kemandirian melalui program Sekolah Desa Berdaya di Nanga Tayap, Kalimantan Barat, Bumitama kini melanjutkan langkahnya ke Kalimantan Tengah. Wilayah Kotawaringin menjadi lokasi berikutnya untuk mengembangkan model pemberdayaan desa berbasis lintas sektor.
Program ini resmi diperkenalkan kepada 29 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah. Seperti di Kalbar, pendekatan yang diusung tetap menyentuh lima klaster utama: pertanian, perikanan, hortikultura, peternakan, serta UMKM.
Dalam keterangan resmi dikutip InfoSAWIT, Minggu (28/9/2025), keberhasilan di Kalimantan Barat menjadi fondasi kokoh bagi ekspansi ini. Hingga pertengahan 2025, sebanyak 310 peserta telah dilatih di berbagai klaster. Setiap klaster bukan sekadar ruang perdagangan, melainkan juga arena pembelajaran dan kolaborasi.
BACA JUGA: Membangun Generasi Profesional Sawit, Pesan dari Wisuda Poltek Kelapa Sawit CWE
Di sana, masyarakat desa mengasah keterampilan, menambah pengetahuan, sekaligus menumbuhkan semangat kemandirian. Dampaknya nyata: geliat ekonomi desa makin kuat, arah pembangunan makin berkelanjutan.
Momentum soft launching di Kotawaringin bukan sekadar seremoni peresmian, melainkan langkah awal yang langsung menyentuh lapangan. Seusai pengenalan program, peserta bersama fasilitator dan perwakilan pemerintah daerah bergerak menuju lahan yang telah disiapkan. Di sana, kegiatan penanaman jagung digelar sebagai simbol dimulainya perjalanan baru ini.
BACA JUGA: Komisi Eropa Kaji Penundaan Penerapan EUDR Hingga 2026 Karena Masalah Sistem IT
Jagung dipilih bukan tanpa alasan. Komoditas strategis ini selaras dengan upaya mewujudkan swasembada pangan sekaligus memperkuat ketahanan nasional. Dengan demikian, inisiatif Bumitama tak hanya membangun kapasitas masyarakat desa, tetapi juga menyatu dengan strategi besar kedaulatan pangan Indonesia. (T2)
