Petani Sawit Swadaya, Penjaga Iklim dari Kebun Sendiri

oleh -2.277 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Fortasbi/ Petani sawit swadaya memiliki peluang besar untuk berperan dalam mitigasi perubahan iklim.

InfoSAWIT, JAKARTA – Petani sawit swadaya memiliki peluang besar untuk berperan dalam mitigasi perubahan iklim. Di balik batang, pelepah, akar, dan buah kelapa sawit, tersimpan potensi besar sebagai penyerap dan penyimpan karbon alami. Dengan pengelolaan lahan yang berkelanjutan, kebun sawit rakyat bisa menjadi salah satu solusi nyata dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.

Praktik budidaya yang ramah lingkungan seperti tidak membakar lahan, menjaga kesuburan tanah dengan pupuk organik, serta mengurangi penggunaan pupuk kimia, tidak hanya berdampak positif terhadap hasil panen, tetapi juga meningkatkan cadangan karbon di dalam tanah. Langkah-langkah ini membuka peluang bagi petani untuk memperoleh manfaat tambahan seperti kredit karbon atau akses pada dana jasa lingkungan.

Peneliti CIFOR–ICRAF Indonesia, Subekti Rahayu, menjelaskan bahwa kebun petani sawit swadaya sebenarnya tidak sepenuhnya monokultur. Banyak petani yang menanam beragam tanaman seperti pinang, aren, dan buah-buahan sebagai diversifikasi usaha. “Di kebun sawit itu ada karbon, tapi tidak terlihat — ibaratnya seperti makhluk halus,” ujarnya dalam keterangan resmi ditulis InfoSAWIT, Senin (20/10/2025).

BACA JUGA: CPOPC dan World Bank Angkat Sawit di Panggung Dunia

Menurutnya, setiap bagian dari tumbuhan sawit — mulai dari daun, batang, hingga akar — berperan penting dalam menyerap karbon dioksida dari udara melalui proses fotosintesis. Karbon itu kemudian disimpan dalam bentuk glukosa di dalam tubuh tanaman, sementara oksigen dilepaskan kembali ke udara.

Subekti, yang akrab disapa Yayuk, menekankan bahwa pertanian regeneratif (regenerative agriculture) menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan perkebunan sawit swadaya. Dengan menerapkan praktik terbaik, kesuburan tanah akan meningkat, mikroorganisme menjadi lebih aktif, dan kualitas ekosistem kebun akan semakin baik. “Manfaat lingkungan inilah yang harus dikejar oleh petani sawit swadaya,” tambahnya.

Sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat kapasitas petani, Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI) telah memberikan pelatihan bagi petani untuk memahami dan menghitung cadangan karbon di kebun mereka secara sederhana. Pengukuran ini penting untuk memvalidasi kontribusi petani dalam mitigasi perubahan iklim dan memperkuat posisi mereka dalam rantai pasok global yang menuntut produk berkelanjutan.

BACA JUGA: Mengenal Ekosistem Pasar Karbon: Menavigasi Peluang dan Tantangan Indonesia

FORTASBI percaya, ketika petani mampu membuktikan bahwa mereka ikut menjaga keseimbangan iklim melalui praktik perkebunan berkelanjutan, posisi mereka di pasar global akan semakin kuat. Lebih dari itu, petani sawit swadaya berpotensi menjadi garda terdepan dalam menjaga bumi — bukan hanya sebagai penghasil minyak sawit, tetapi juga sebagai penjaga karbon dan pelindung iklim. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com