Kementan dan Barantin Tegaskan Pengawasan Benih Sawit untuk Wujudkan Perkebunan Berkelanjutan

oleh -2.004 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Pembukaan acara Talkshow Karantina Day 2025 bertajuk “Dari Karantina untuk Sawit Berkelanjutan: Mendukung Ketahanan Pangan dan Energi Indonesia”, dihadiri InfoSAWIT, yang digelar pada Jumat (24/10/2025) di Bogor.

InfoSAWIT, JAKARTA – Persoalan peredaran benih kelapa sawit ilegal dan tidak bersertifikat menjadi sorotan utama dalam acara Talkshow Karantina Day 2025 bertajuk “Dari Karantina untuk Sawit Berkelanjutan: Mendukung Ketahanan Pangan dan Energi Indonesia”, yang digelar pada Jumat (24/10/2025). Acara yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk InfoSAWIT, menegaskan pentingnya pengawasan mutu dan asal-usul benih sebagai pondasi sawit berkelanjutan.

Direktur Tanaman Sawit dan Aneka Palma, Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian, Baginda Siagian, mengungkapkan bahwa masih banyak petani dan pelaku usaha di lapangan menggunakan benih sawit palsu. Berdasarkan hasil pemantauan, sekitar 40–70% benih sawit yang beredar belum memiliki sertifikat resmi.

“Masih banyak petani menggunakan benih yang tidak bersertifikat. Padahal dampaknya besar terhadap produktivitas dan keberlanjutan perkebunan. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” tegas Baginda.

BACA JUGA: Saatnya Menjaga Produksi Sawit Tetap Tinggi, Tatkala Hujan Tak Pasti

Baginda menilai, lemahnya pengawasan dan distribusi benih antarwilayah menjadi salah satu penyebab utama. Ia mencontohkan masih adanya pengiriman benih dari Medan ke Pekanbaru atau dari daerah lain utamanya melalui jalan darat kerap masih ada kebocoran.

“Tugas kita memastikan peredaran benih berjalan sesuai aturan. Jangan sampai benih palsu bebas beredar, karena ujungnya merugikan petani,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Sahat Manaor Panggabean, menegaskan komitmen Barantin untuk memperkuat pengawasan lalu lintas benih antarwilayah dan antarnegara. Ia menilai pengawasan karantina memiliki peran strategis dalam menjaga mutu dan keamanan bahan tanam agar tidak menimbulkan kerugian ekonomi maupun gangguan ekosistem.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 22-28 Oktober 2025 Masih Naik Tipis

“Karantina menjadi garda terdepan dalam memastikan bahwa setiap benih dan bahan tanam yang keluar-masuk wilayah Indonesia terjamin mutunya. Dari karantina, kita mendukung sawit berkelanjutan yang menjadi bagian dari ketahanan pangan dan energi nasional,” jelas Sahat.

Sahat menambahkan, sinergi antara Barantin, Ditjenbun, lembaga riset seperti PPKS (Pusat Penelitian Kelapa Sawit), serta pelaku usaha diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan dan sertifikasi benih sawit nasional.

Kedua pejabat tersebut sepakat bahwa pengawasan mutu benih merupakan langkah awal menuju perkebunan sawit berkelanjutan, sekaligus menjaga posisi strategis Indonesia sebagai produsen utama minyak sawit dunia. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com