Selain fokus pada efisiensi dan orientasi pasar, Ryanto juga menegaskan pentingnya aspek keberlanjutan (sustainability) dalam seluruh lini bisnis PTPN Group. Ia menyoroti upaya serius perusahaan dalam menjaga praktik usaha yang ramah lingkungan dan bebas deforestasi.
“Saya bersyukur, teman-teman di lapangan sangat progresif. Dari sekitar 150 kebun, sebagian besar telah mengantongi sertifikasi RSPO, bahkan ada yang mencapai standar lebih tinggi. Begitu juga di sisi pengolahan, dari 71 pabrik, sekitar 68 telah tersertifikasi RSPO,” ungkapnya.
Ryanto menutup pidatonya dengan apresiasi terhadap seluruh peserta forum. “Acara ini sangat penting untuk membantu kita menetapkan strategi ke depan, termasuk memastikan keberlanjutan bisnis perkebunan nasional. Semoga forum ini memberi manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya. (T2)
