Kementan Petakan 1,5 Juta Hektare Lahan Potensial untuk Integrasi Sawit–Sapi

oleh -2.373 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Penerapan Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit di perkebunan sawit.

“Kami akan segera menerbitkan surat edaran kepada seluruh pemangku kepentingan di bidang perkebunan agar mengintegrasikan sawit dan sapi secara nyata dalam optimalisasi lahan,” tegas Abdul Roni.

Dari sisi riset dan inovasi, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Windu Negara, menekankan bahwa program integrasi sawit–sapi bukan hanya agenda sektoral, melainkan kepentingan nasional.

“Ini bukan program parsial. Semua pihak — pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha — harus melihatnya sebagai tanggung jawab bersama untuk memenuhi kebutuhan pangan, khususnya sumber protein hewani bagi masyarakat,” ujar Windu.

BACA JUGA: GAPKI Ingatkan Keseimbangan Pasar dan Harga Sawit Bisa Terganggu Saat B50 Diterapkan

Melalui FGD ini, Kementan berharap koordinasi lintas lembaga, asosiasi, dan pelaku usaha dapat semakin solid. Upaya ini diharapkan mempercepat penyusunan regulasi pendukung, memperluas kemitraan antara perusahaan sawit dan peternak, serta memastikan aspek teknis seperti kesehatan tanah dan pengendalian penyakit terkelola dengan baik.

Dengan strategi ini, pemerintah optimistis integrasi sawit–sapi akan menjadi motor penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com