Dilansir InfoSAWIT dari The Edge Market, Sabtu (1/11/2025), di Malaysia, produksi diperkirakan meningkat tipis 0,5% menjadi 19,5 juta ton, dengan puncak panen terjadi pada Oktober sebelum berangsur menurun hingga akhir tahun. BMI memperkirakan stok CPO Malaysia akan tetap tinggi hingga awal 2026, seiring kuatnya produksi dan permintaan yang mulai melandai.
Harga 2026 Diperkirakan Sedikit Turun
Melihat tren ke depan, BMI memperkirakan harga CPO akan sedikit turun pada 2026 menjadi sekitar RM4.300 per ton, seiring meredanya tekanan pasokan jangka pendek. Namun lembaga tersebut menilai harga masih akan bertahan di level tinggi karena faktor struktural jangka panjang.
BMI menyoroti tiga faktor utama yang akan menjaga pasar tetap ketat: pertumbuhan produktivitas yang melambat, terbatasnya ekspansi lahan baru, dan standar keberlanjutan yang semakin ketat di negara produsen utama seperti Indonesia dan Malaysia.
BACA JUGA: Outlook Sawit Indonesia 2026: Menapaki Jalan Reformasi Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan
“Dengan kombinasi faktor struktural dan dinamika pasar global, harga sawit kemungkinan tetap berada di level tinggi dalam beberapa tahun ke depan,” tulis BMI dalam laporannya. (T2)
