Panen Lebih Cepat, Produksi Cepat Meningkat, Kisah Sukses Petani dengan Bibit Topaz

oleh -16.961 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi bibit sawit unggul.

InfoSAWIT, JAKARTA – Dikala usia tanaman sawit yang telah menua dan produktivitas menurun, petani sawit di Pelalawan, menemukan harapan baru lewat replanting menggunakan benih Topaz dari Asian Agri. Lantaran hanya dalam waktu 29 bulan sejak tanam, kebunnya sudah mulai panen—lebih cepat dari siklus sawit pada umumnya. Pengalaman ini menjadi bukti nyata bahwa benih unggul dapat mengubah masa depan petani sawit.

Disaat produktivitas dan usia tanaman sawit yang semakin tua, replanting (penanaman baru) menjadi jalan penting untuk menyelamatkan masa depan petani. Tapi seperti memilih benih kehidupan, langkah awal ini tidak bisa diambil sembarangan. Endin Zainuddin Syam, Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Usaha Tani, tahu betul arti penting keputusan itu. Setelah lebih dari 30 tahun bermitra sebagai petani plasma dengan Asian Agri, pada November 2022 ia memutuskan menggunakan benih unggul Topaz dari PT Inti Indosawit Subur—anak usaha Asian Agri.

“Awalnya saya dapat informasi dari tim pendamping. Mereka cerita soal produktivitas dan ketahanan bibit Topaz. Saya pikir, kenapa tidak coba?” ujar Endin, kepada InfoSAWIT, awal Juli 2025. Keputusan itu ternyata menjadi titik balik baru dalam siklus kebun sawit miliknya.

BACA JUGA: BK CPO November 2025 Ditetapkan US$ 124/MT, PE Capai US$ 96,37/MT

Yang membuat Endin terkesan bukan hanya proses pembelian bibit yang lancar, tetapi juga kecepatan tanam hingga panen. “Saya tanam bulan November 2022, dan sudah bisa panen perdana di Mei 2025. Jadi hanya butuh 29 bulan,” ungkapnya, setengah tak percaya. Dalam dunia sawit, panen di bawah 30 bulan bukan hal biasa, tapi kini menjadi nyata di kebunnya.

Dari hasil panen awal, tanda-tanda positif sudah tampak. Berat rata-rata janjang mencapai 4,5 kilogram. Dalam dua bulan terakhir, per hektare bisa menghasilkan sekitar 1,2 ton. “Ini masih awal, tapi tren awalnya sangat menjanjikan. Kalau ini terus meningkat, pasti penghasilan saya juga naik dibanding sebelum replanting,” ujarnya dengan nada optimistis.

Selain hasil fisik buah yang lebih besar dan seragam, Endin juga merasakan perbedaan dalam sistem perawatan. Berbekal dukungan dari tim Asian Agri, segala proses pertumbuhan tanaman lebih terencana.

BACA JUGA: Ujian HAM di Balik Kilau Sawit Indonesia

“Sekarang semuanya lebih sistematis. Jadwal pemupukan, pemangkasan, hingga pengecekan hama sudah ada panduan. Jadi saya sebagai petani lebih tenang,” tuturnya. Dengan kondisi tanaman yang sehat dan tumbuh merata, Endin menilai kerja kerasnya sebagai petani mendapat hasil yang lebih efisien. (*)

Lebih lengkap baca majalah InfoSAWIT edisi Agustus 2025

 

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com