GAPKI Dorong Transformasi Industri Sawit: Perkuat Tata Kelola, Perluas Pasar, dan Bangun Generasi Inovatif

oleh -1.657 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Ketua Umum Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono.

InfoSAWIT, NUSA DUA — Di tengah turbulensi ekonomi global dan perubahan lanskap perdagangan internasional, industri kelapa sawit Indonesia menunjukkan ketangguhan luar biasa. Namun, di balik kinerja positif itu, para pelaku usaha sadar bahwa masa depan industri ini menuntut strategi baru yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya telah menyiapkan tiga strategi utama untuk memastikan industri sawit tetap menjadi pilar ekonomi nasional di tengah tantangan global.

“Tantangan memang semakin kompleks, tetapi kita tidak boleh kehilangan arah. GAPKI mempersiapkan langkah-langkah konkret agar industri sawit tetap tumbuh kuat dan berdaya saing,” ujar Eddy saat membuka 21st Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) dihadiri InfoSAWIT, di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/11/2025).

BACA JUGA: Menko Airlangga Hartarto: Industri Sawit Jadi Pilar Ekonomi Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

Eddy mengungkapkan, data produksi sawit hingga September 2025 menunjukkan peningkatan menggembirakan. Produksi nasional menembus 43 juta ton, naik 11% dibandingkan tahun lalu. Sementara ekspor — mencakup CPO, oleokimia, dan biodiesel — menembus 25 juta ton dengan nilai devisa mencapai US$ 27,3 miliar, atau melonjak 40% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Angka-angka ini menunjukkan percepatan, tapi juga menjadi wake-up call agar kita menyiapkan strategi jangka panjang,” ujar Eddy.

Ia menegaskan bahwa strategi GAPKI berfokus pada tiga pilar utama: memperluas akses perdagangan global, memperkuat tata kelola industri melalui ISPO, dan memperkuat peran sawit dalam kebijakan energi hijau nasional.

BACA JUGA: Ketua Panitia IPOC 2025: Dua Dekade Menyatukan Komunitas Sawit Dunia

 

Strategi 1: Menavigasi Regulasi Global

Eddy menilai, momentum kesepakatan Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) membuka peluang besar bagi ekspor sawit Indonesia ke pasar Eropa. Namun di sisi lain, regulasi deforestasi Uni Eropa (EUDR) menjadi tantangan baru yang harus dihadapi dengan pendekatan strategis.

“EUDR bukan hanya regulasi, tapi refleksi dari sistem yang harus kita bangun. Kita perlu menjawabnya dengan data, fakta, dan standar yang bahkan lebih tinggi dari yang mereka tetapkan,” tegas Eddy.

Menurutnya, industri sawit harus tampil proaktif dan transparan untuk menunjukkan kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan. “Kita ingin Eropa dan dunia melihat bahwa sawit Indonesia adalah bagian dari solusi, bukan masalah,” katanya.

BACA JUGA: Wamenlu: Standar Keberlanjutan Harus Bersifat Universal, Bukan Hanya Nilai Barat

 

Strategi 2: Tata Kelola dan ISPO Sebagai Standar Emas

Strategi kedua, kata Eddy, adalah memperkuat tata kelola industri sawit nasional. Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), menurutnya, harus menjadi instrumen utama dalam membangun kepercayaan global.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com