InfoSAWIT, KUALA LUMPUR — Konferensi Meja Bundar RSPO tentang Minyak Sawit Berkelanjutan (RT2025) kembali digelar di Malaysia dan menjadi panggung apresiasi bagi para pelaku industri yang konsisten menerapkan praktik sawit berkelanjutan. Melalui RSPO Excellence Awards, para pemangku kepentingan dari berbagai negara mendapat ruang untuk menunjukkan upaya terbaik mereka dalam mendorong transformasi industri sawit global.
Salah satu penerima penghargaan tahun ini adalah Perkumpulan Petani Mitra Harapan (PPMH) dari Desa Kalimantan, Kecamatan Manis Mata, Ketapang, Kalimantan Barat. Kelompok petani swadaya ini dinilai berhasil menghadirkan praktik pengelolaan kebun yang tidak hanya produktif, tetapi juga ramah lingkungan.
Sejak resmi menjadi anggota RSPO pada 31 Januari 2023, PPMH terus memperluas inisiatif keberlanjutannya. Mereka menggabungkan budidaya kelapa sawit dengan pendekatan agroekologi guna menjaga keseimbangan antara produktivitas kebun dan kelestarian alam.
BACA JUGA: Sampoerna Agro Berganti Pemilik, Posco Kuasai 65,7% Saham
Berbagai langkah konkret yang telah dilakukan PPMH meliputi, melindungi 51 hektare hutan yang masih tersisa di wilayah kelompok, menanam 1.000 bibit pohon gaharu untuk memperkaya keanekaragaman hayati, mengembangkan pembibitan hingga 12.000 bibit berbagai jenis pohon untuk anggota kelompok, serta mendorong tata kelola sumber daya alam secara partisipatif melalui praktik ramah lingkungan.
Sandi Priana, selaku manajer kelompok, menegaskan keyakinan mereka bahwa menjaga alam merupakan investasi jangka panjang. “Ketika alam dijaga, alam akan kembali memberikan hasil melimpah bagi masyarakat,” ujarnya dilansir InfoSAWIT dari Fortasbi, Jumat (21/11/2025).
Perkuat Peran Komunitas
Selain menjaga kawasan hutan, PPMH juga aktif memperkuat peran masyarakat adat melalui penanaman pohon, penyusunan regulasi desa, dan peningkatan kapasitas warga. Di sektor budidaya, kelompok ini kerap mengadakan pelatihan bagi petani, terutama terkait pengelolaan lahan, perawatan kebun, penyediaan pupuk, hingga akses alat berat dan bibit unggul.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 19-25 November 2025 Naik Rp 52,82 per Kg
Penghargaan RSPO Excellence Awards diberikan dalam Resepsi Selamat Datang RT2025, Senin, 3 November 2025, di Hotel Shangri-La, Kuala Lumpur. Ajang ini menjadi sarana RSPO untuk merayakan kontribusi nyata anggotanya dalam menjawab tantangan industri minyak sawit.
Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI) menyatakan kebanggaannya atas capaian PPMH. Menurut FORTASBI, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa petani swadaya telah berperan penting dalam menjaga keberlanjutan sektor sawit nasional.
“Petani swadaya tidak hanya fokus pada peningkatan produksi TBS, tetapi juga membuktikan komitmennya dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar perwakilan FORTASBI.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode I-November 2025 turun Rp 69 per Kg
Dengan penghargaan ini, PPMH Ketapang diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelompok petani lainnya dalam memperkuat praktik budidaya sawit yang lebih berkelanjutan dan berbasis komunitas. (T2)
